UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) terus memperluas jaringan internasionalnya guna mewujudkan ekosistem pendidikan medis dan layanan kesehatan yang inklusif. Langkah nyata tersebut terwujud melalui pertemuan penjajakan peluang kerja sama dengan jajaran pimpinan Hong Kong Asia Medical Group pada Selasa (10/3/2026). Agenda strategis yang berlangsung di Ruang Sidang Pleno, Kampus MERR-C ini turut dihadiri oleh Rektor Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin. Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan universitas, rumah sakit UNAIR, dan fakultas.
Komitmen Kuat Majukan Pendidikan Medis
Membuka pertemuan tersebut, Prof Madyan menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan delegasi internasional yang dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Hong Kong Asia Medical Group Steven Tse. Ia menekankan bahwa kemitraan dengan institusi kesehatan terkemuka sangat penting untuk memajukan sistem layanan masyarakat dan inovasi medis di Indonesia. “Atas nama Universitas Airlangga, merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk menyambut hangat kedatangan Hong Kong Asia Medical Group sebagai jaringan rumah sakit kardiovaskular terbesar di Asia,” ungkap Prof Madyan

Menegaskan komitmen UNAIR, Prof Madyan meyakini bahwa dialog hari ini akan menjadi langkah awal dari hubungan jangka panjang yang sangat produktif. Kolaborasi strategis tersebut harapannya bisa memberikan manfaat yang luas sebagai percepatan inovasi medis di Indonesia. “UNAIR sangat terbuka untuk mendiskusikan peluang kerja sama ini, baik dalam bentuk kolaborasi akademik, kemitraan riset, maupun pelatihan profesional,” ungkap Prof Madyan.
Merespons sambutan hangat tersebut, Steven Tse memaparkan rekam jejak grup medisnya yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade di wilayah Asia. Pihaknya memiliki jaringan rumah sakit pusat rujukan yang sangat kuat. Antara lain di Wuhan, Hong Kong, dan Jepang untuk mendukung agenda pelatihan dokter lokal Indonesia. “Ini adalah kesempatan berharga bagi kami untuk pertama kalinya menjajaki universitas di Indonesia guna membangun pendidikan medis yang berkelanjutan bagi semua pihak,” ujar Steven.
Fokus Inovasi Kardiovaskular
Lebih lanjut, kerja sama ini akan menitikberatkan pada pengembangan kompetensi dokter spesialis kardiovaskular melalui program pertukaran tenaga medis. Senada dengan itu, Masaki Shikoshi selaku direktur Pelatihan dan Pendidikan menyoroti besarnya potensi dokter di Indonesia yang hanya membutuhkan sedikit dorongan teknologi agar setara dengan standar global. “Para dokter lokal di sini sangat hebat. Sehingga kami ingin bekerja sama untuk mendukung mereka agar bisa mengejar ketertinggalan teknologi medis terkini,” jelasnya.
Ke depannya, keberadaan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program kolaborasi pemanfaatan fasilitas kesehatan ini. Kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun sistem terintegrasi yang mampu memberikan dampak positif secara langsung bagi mahasiswa maupun praktisi medis di bidang bedah toraks dan vaskular.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





