Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 30 minggu memiliki lapisan luar kulit atau epidermis yang tipis dan fungsi sawar yang terganggu. Ketidakmatangan lapisan lemak di epidermis pada bayi prematur berpotensi mengancam jiwa. Hal ini disebabkan karena pada bayi prematur, hilangnya air dari epidermis atau disebut sebagai transepidermal water loss (TEWL) berbanding terbalik dengan usia kehamilan. Tingkat TEWL dan risiko infeksi kuman pada kulit bayi prematur berbanding lurus dengan tingkat prematuritas bayi, sehingga semakin prematur, bayi akan semakin berisiko mengalami kekurangan cairan dan infeksi. Akibat TEWL yang tinggi, bayi prematur juga berisiko lebih tinggi mengalami masalah regulasi suhu tubuh.
Bayi prematur juga biasanya tidak dapat berkeringat sebagai reaksi terhadap panas selama beberapa hari pertama kehidupannya, sehingga kelembapan kulit akan berkurang. Penyembuhan luka pada kulit bayi prematur berbeda dengan anak-anak atau orang dewasa karena tidak adanya respons peradangan akut, sehingga bayi prematur lebih berisiko mengalami masalah kulit.
Saat usia kehamilan 28 minggu, sekresi kelenjar minyak atau sebasea berperan dalam pembentukan vernix caseosa yaitu suatu zat kompleks yang terdiri dari protein dan lemak. Vernix caseosa ini sering dibersihkan segera setelah melahirkan, walaupun sebenarnya tidak disarankan karena lapisan ini memiliki sifat antibakteri yang dapat berkontribusi pada perlindungan bayi baru lahir dari infeksi bakteri.
Setelah lahir, untuk beberapa hari pertama kehidupan kelembapan inkubator harus mencapai 80–90% untuk menghentikan kehilangan panas dan cairan. Pembungkus atau penutup polietilen dapat digunakan segera setelah melahirkan untuk mencegah hipotermi dan TEWL. Setelah seminggu, kelembapan sekitar sering kali secara bertahap diturunkan karena kekhawatiran akan peningkatan risiko infeksi.
Memandikan bayi prematur dianjurkan untuk dilakukan setiap 4 hari sekali pada bayi prematur. Penggunaan sabun pada saat memandikan bayi prematur tidak dianjurkan selama 2 minggu pertama kehidupan. Jika sabun digunakan, sebaiknya sabun bersifat lembut dengan pH netral. Sampo tidak penting untuk kulit kepala, tetapi risikonya bersifat minimal. Mandi untuk bayi baru lahir tidak boleh lebih dari 5 menit. Suhu air mandi tidak boleh lebih dari 370C. Mandi di bak mandi lebih bermanfaat karena mencegah ketidakstabilan suhu pada bayi.
Kuku bayi prematur harus tetap pendek dan bersih. Popok harus sering diganti setidaknya setiap waktu menyusui atau makan. Area popok harus dibersihkan dengan air steril. Krim yang berbahan dasar petrolatum atau mengandung seng oksida dapat dioleskan ke area popok selama penggantian popok untuk mengurangi risiko iritasi. Tali pusat merupakan tempat yang ideal untuk pertumbuhan kuman dan juga merupakan jalur langsung ke aliran darah. Antiseptik topikal seperti chlorhexidine direkomendasikan sambil tetap mempertimbangkan potensi efek sampingnya.
Berbagai emolien telah terbukti memperbaiki fungsi pelindung epidermis yang belum matang pada bayi prematur dan mengurangi TEWL Namun, terdapat masalah mengenai peningkatan risiko infeksi pada bayi baru lahir prematur yang menggunakan emolien. Jika diperlukan, emolien yang mengandung keseimbangan fisiologis lipid epidermis bersifat optimal untuk perbaikan sawar.
Bayi prematur sering kali dilakukan prosedur invasif dan penanganan medis. Untuk meminimalkan kerusakan kulit akibat plester atau balutan, penghilang perekat kimiawi harus dihindari dan perban berperekat harus dilepas dengan meregangkan perban secara horizontal di sepanjang permukaan kulit untuk memutuskan ikatan perekat secara perlahan ketika pelepasan. Perekat berbasis silikon dan perekat hidrogel menyebabkan trauma minimal, sehingga dapat dipertimbangkan.
Penulis : Yuri Widia,dr.,Sp.KK(K)
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
Review Article: Skin Condition and Skin Care in Premature Infants
Yuri Widia, Brigita Ika Rosdiana





