Universitas Airlangga Official Website

Kondisi Pertumbuhan dan Kematian Lobster Panulirus ornatus di Pulau Tarakan

Foto by detikFinance

Lobster Panulirus ornatus merupakan memiliki nilai ekonomi tinggi karena salah satu komoditas terpenting di kota Tarakan. Tingginya Volume penangkapan dan permintaan pasar terhadap lobster P. ornatus semakin tahun semakin meningkat dari masyarakat domestik. Namun permasalahan yang muncul pada P. ornatus di lapangan adalah adanya indikasi terjadinya penurunan ukuran dan berat. Berdasarkan riset dan survei lapangan yang dilakukan sebelumnya pada bulan Februari 2020 mengidentifikasi spesies dengan panjang 42,6-52,2 cm dan Berat 247-435,5 gram. Sebaliknya, survei lapangan pada Desember 2021 melaporkan panjang total 20-25 cm dengan berat 235-368 gram. Adanya penurunan ukuran dan berat lobster tersebut dikarenakan kondisi perairan yang semakin memburuk di perairan kota Tarakan dan adanya perahu aktif yang menggunakan alat tangkap berupa Jaring Insang untuk menangkap lobster secara besar-besaran sehingga populasi semakin memprihatinkan. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting untuk mengetahui karakteristik biologis lobster P. ornatus yang memainkan peran penting dalam kebijakan tehadap kondisi populasi lobster saat ini untuk mendapatkan gambaran tentang distribusi rasio jenis kelamin, pertumbuhan, indeks kondisi, dan indeks kematian pada ruang dan waktu tertentu.

Dalam Penelitian ini ditemukan hal baru terkait pertumbuhan P. ornatus yang menunjukkan bahwa rasio jenis kelamin lobster jantan lebih tinggi daripada lobster betina. Model pertumbuhan menunjukan alometrik negatif, dan kriteria indeks kondisi gemuk dan kurus. Pertumbuhan pola jantan Model Von Bertalanffy lebih lambat dibandingkan betina. Namun, tingkat pertumbuhan untuk mencapai pertumbuhan asimtotik untuk jantan lebih cepat daripada betina. Kematian total, kematian tangkapan, dan tingkat eksploitasi pejantan lebih tinggi daripada betina. Sementara itu, secara alami tingkat kematian lebih rendah terjadi pada lobster betina, hal tersebut menunjukkan tingkat eksploitasi jantan yang lebih tinggi. Maka dari rekomendasi penelitian ini adalah Komoditas P. ornatus di perairan Tarakan Barat sebaiknya dikelola dengan menggunakan teknik domestikasi dan restocking untuk meningkatkan keberlanjutan.

Penulis: Rozi

Link Jurnal: https://journal.ipb.ac.id/index.php/hayati/article/view/42004