Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat kemiskinan di NTB menurun dari 19,73% pada 2011 menjadi 14,56% pada 2019, meskipun wilayah ini sempat terdampak gempa besar. Salah satu faktor penting dalam ketahanan sosial ekonomi pasca-bencana adalah kapasitas konsumsi rumah tangga, khususnya konsumsi pangan. Akses terhadap makanan bergizi berperan penting dalam meningkatkan kesehatan mental dan ketahanan masyarakat setelah bencana. Meski demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa bencana sering memperburuk ketahanan pangan, terutama di komunitas rentan.
Strategi pemulihan seperti distribusi makanan darurat dan pemanfaatan sumber pangan lokal sangat penting untuk mengurangi ketidakamanan pangan dan mempercepat pemulihan. Sebelumnya, penelitian tentang dampak ekonomi bencana lebih banyak berfokus pada pemulihan makroekonomi dan pembangunan infrastruktur, namun kurang memperhatikan peran konsumsi rumah tangga dan ketahanan pangan. Penelitian terbaru mulai menyoroti pentingnya ketahanan pangan dalam respons krisis, tetapi masih sedikit yang mengkaji bagaimana konsumsi pangan rumah tangga secara langsung berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan pasca-bencana.
Studi ini mengisi kekosongan tersebut dengan meneliti hubungan konsumsi pangan rumah tangga dan penurunan kemiskinan setelah bencana, menggunakan metode FDGMM. Temuan ini relevan untuk memperkuat strategi kesiapsiagaan bencana dan pemulihan sosial ekonomi jangka panjang di daerah rawan bencana.
Penelitian ini menggunakan data panel dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 2011–2019. Untuk menganalisis hubungan antara konsumsi pangan rumah tangga dan pengurangan kemiskinan pasca-bencana, digunakan metode First-Difference Generalized Method of Moments (FDGMM). Metode ini dipilih untuk mengatasi masalah endogenitas dan mengontrol heterogenitas tak teramati. Model regresi melibatkan variabel kontrol seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan tingkat pengangguran terbuka, serta memasukkan variabel dummy untuk kejadian gempa tahun 2018–2019. Tiga model regresi dikembangkan untuk (1) Menganalisis pengaruh gempa terhadap kemiskinan; (2) mengkaji pengaruh konsumsi pangan terhadap kemiskinan, sebelum dan sesudah gempa; (3) Menilai pengaruh gempa terhadap tingkat konsumsi pangan.
Hasil dari penelitian ini adalah konsumsi pangan per kapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, baik dalam kondisi normal maupun pasca-bencana. Artinya, peningkatan konsumsi pangan berkaitan dengan penurunan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi (PDRB) berpengaruh positif terhadap kemiskinan, menandakan pertumbuhan yang tidak inklusif, memperparah ketimpangan. Gempa bumi 2018 secara langsung tidak berdampak signifikan terhadap konsumsi pangan, menunjukkan kemungkinan adanya stabilisasi konsumsi lewat program bantuan sosial. Interaksi antara konsumsi pangan dan gempa tidak menunjukkan efek signifikan, mengindikasikan stabilitas pola konsumsi sebelum dan sesudah gempa. Kebijakan yang memperkuat keamanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif direkomendasikan untuk pengurangan kemiskinan jangka panjang di wilayah rawan bencana.
Penelitian ini menemukan bahwa konsumsi pangan rumah tangga berperan penting dalam mengurangi tingkat kemiskinan di NTB, baik dalam kondisi normal maupun setelah bencana. Konsumsi pangan yang stabil membantu rumah tangga miskin menjaga kesejahteraan ekonomi mereka dalam situasi sulit.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi di NTB pada 2011–2019 tidak bersifat inklusif, karena manfaatnya belum dirasakan oleh kelompok rentan. Penelitian juga menunjukkan bahwa gempa Lombok 2018 tidak berdampak besar terhadap tingkat konsumsi pangan, kemungkinan berkat intervensi sosial seperti bantuan makanan dan dukungan logistik.
Implikasi kebijakan yang disarankan, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, menjaga stabilitas konsumsi pangan melalui bantuan sosial berbasis pangan dan subsidi, dan meningkatkan efektivitas intervensi sosial cepat dan terarah untuk memperkecil dampak bencana pada kelompok rentan.
Penulis: Prof. Dyah Wulan Sari, Dra.Ec. M.Ec.Dev., Ph.D
Informasi detil: https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/signifikan/article/view/43926





