Penggunaan energi bahan bakar fosil menyumbang 96,5% dari emisi gas karbon dioksida. Emisi karbon dioksida yang tinggi menyebabkan pemanasan global. Sejak revolusi industri, aktivitas manusia telah meningkat sebesar 30%, dan diperkirakan akan terus tumbuh dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, Indonesia menghasilkan 617,51 juta ton emisi gas karbon dioksida. Oleh karena itu, sumber energi alternatif yang dapat menjaga tingkat gas karbon dioksida di atmosfer tetap stabil diperlukan.
Telah dilakukan upaya untuk mengatasi masalah ini melalui penyimpanan karbon; metode lainnya adalah konversi gas karbon dioksida, proses yang menciptakan stok kimia atau mengubahnya kembali menjadi bahan bakar. Sebagai hasilnya, zat-zat ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan meningkatkan nilainya. Peneliti telah berhasil melakukan upaya konversi gas karbon dioksida menjadi asam format. Material intan konduktif dimodifikasikan dengan material maju MXene untuk menghasilkan efisiensi konversi lebih dari 90%. Hasil ini sangat baik dan sangat berpeluang untuk dilanjutkan dala aplikasi sebenarnya menggunakan reactor skala besar. Kedepannya, gas karbon dioksida diudara hasil dari pembakaran dapat dimanfaatkan kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Penulis: Prastika Krisma Jiwanti, S.Si., M.Eng., Ph.D.
Informasi elngkap dapat dibaca pada laman berikut ini  https://doi.org/10.3390/en16124537.





