UNAIR NEWS – Maraknya kasus PHK karyawan oleh Startup akhir-akhir ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi kalangan fresh graduate dan mahasiswa. Menjadi entrepreneur adalah salah satu pilihan karir yang menjanjikan di masa depan. Untuk itu, Organisasi Bidikmisi UNAIR menggelar Webinar Nasional KUBA 2022 dengan tajuk “Sustainable Business Development To Fastering SDGS in 2030” pada Minggu (16/10/2022) melalui zoom meeting.
Acara tersebut menghadirkan dua orang narasumber yaitu Ilham Ahmad Kamil selaku CEO BLAIR dan Achmad Akmal Dyantama, CEO Yamyam Indonesia. Acara terbagi dalam dua sesi yang membahas mengenai tips merancang ide bisnis yang sesuai dengan keberlanjutan pembangunan SDGS 2030.
“Bisnis menjadi salah satu langkah yang bisa kita lakukan dalam rangka membantu program pemerintah yaitu SDGS untuk keberlangsungan dunia ini,” ucap Akmal.
Terdapat dua metode yang bisa dilakukan untuk membangunn sebuah bisnis yaitu Smart Business Map (SBM) dan Business Model Canvas (BMC). SBM adalah step by step untuk mengembangkan bisnis yang unggul, terdiri dari 12 pertanyaan mulai dari menemukan masalah, mencari solusi, hingga menawarkan keunikan yang membuat target pasar bertahan dan meningkatkan revenue.
“Setelah menemukan jawaban dari SBM yang dirancang, langkah selanjutnya adalah membuat BMC yaitu bagaimana kita bisa membedah suatu bisnis yang kompleks menjadi mudah dipahami dan tertata,” lanjut Akmal.
Terdapat dua model BMC yaitu Lean Canvas dan Business Model Canvas. Dalam BMC terdapat 9 pilar yang harus ditentukan yaitu Customers Segment, Customer Relationship, Value Proposition, Key Activities, Key Partners, Costs, Key Resources, Channels, dan Revenue.
“Ketika teman teman ingin bikin bisnis, ada 2 konsep yaitu SBM terdiri dari 12 pertanyaan dan ketika kita sudah siap dengan jawaban tadi, letakkan pada canvas dan brainstorming kembali untuk mendukung SDGS. Let’s do business!” pungkas Akmal di akhir sesi acara tersebut.
Penulis: Mentari
Editor: Nuri Hermawan





