Universitas Airlangga Official Website

Kuliah Tamu HMKH SIKIA Bahas Peran Dokter Hewan di Kepolisian

UNAIR NEWS – Himpunan mahasiswa kedokteran hewan SIKIA UNAIR kembali menyelenggarakan kuliah tamu pada Sabtu (19/11/2022) melalui Zoom meeting. Kuliah tamu bertajuk Peran dan Eksistensi Dokter Hewan Kuda di Bidang Kepolisian itu untuk mengetahui gambaran implementasi penggunaan kuda dan kegiatan dokter hewan dalam sektor kepolisian.

Kepada UNAIR NEWS Elis Sulistiyawati menyebutkan, luaran dari kegiatan ini tidak hanya teori saja yang diberikan kepada mahasiswa, tapi juga wawasan luas dengan informasi mendalam perihal implementasi di bidang equestrian.

“Para narasumber menyampaikan peran dokter hewan dalam dunia kepolisian. Adapun batasan dalam pembahasan tersebut yaitu kegiatan dokter hewan kepolisian, jenis-jenis kuda, dan prinsip pemeliharaan kuda kepolisian,” ucap mahasiswa asal Gresik itu.

Peran Dokter Hewan di Dunia Kepolisian

Narasumber drh Chaindraprasto Saleh menyampaikan bahwa Direktorat Polisi Satwa merupakan satuan tingkat mabes yang menyelenggarakan kegiatan fungsi satwa kuda. Kuda membantu berbagai kegiatan dokter hewan kepolisian, di antaranya patrol, pengendalian massa, protokoler, upacara, dan ekuistrian.

Narasumber lulusan UGM ini menambahkan, kuda yang digunakan dalam dunia kepolisian cukup variatif. Di antaranya ward blood, cold blood, dan hot blood. Cold blood memiliki perawakan tinggi besar, kuat, lari kurang cepat, napas kurang kuat, dan tempramen. Hot blood memiliki perawakan tidak begitu tinggi, lari cepat, napas panjang, dan tempramen. Sedangkan warm blood memiliki perawakan tinggi, kuat, napas sedang, tempramen kalem.

“Adapun prinsip dalam pemeliharan kuda di antaranya bebas dari rasa haus, lapar, dan malnutrisi, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit dan penyakit, bebas untuk mengekspresikan perilaku alamiahnya, dan bebas dari rasa takut dan tekanan,” imbuh drh kelahiran Yogyakarta tersebut.

drh Chaindraprasto menambahkan, kegiatan yang dilakukan dokter hewan kepolisian yaitu pemeriksaan rutin, sebagai tim medis, pelatihan satwa, instruktur, selector, pimpinan, pengobatan, dan kesehatan lapangan.

“Mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan kepolisian tidak perlu kawatir jika terlanjur mengenyam perkuliahan kedokteran hewan. Sebab sumber dokter hewan Polri juga diserap dari sarjana yang ada dengan berbagai seleksi yang telah ditetapkan. Sehingga besar peluang seorang sarjana kembali melanjutkan pendidikan kepolisian dengan keilmuan sarjana yang dimilikinya,” tegasnya. (*)

Penulis: Afan Alfayad

Editor: Binti Q. Masruroh