UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan resmi dari Universitas Syiah Kuala (USK) pada Kamis (12/12/2025) di Ruang Sidang Pleno Balairua, Lantai 4 Kantor Manajemen Rektorat Kampus MERR-C. Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka pendalaman sistem penilaian kinerja manajerial. USK secara khusus menyatakan minat untuk mempelajari praktik terbaik yang UNAIR terapkan. Penilaian kinerja pejabat manajerial di USK selama ini masih bertumpu pada SK pengangkatan tanpa indikator kuantitatif yang terstruktur.
Memperkuat Sistem Penilaian Kinerja Manajerial
Dalam sambutannya Wakil Rektor bidang Sumber Daya UNAIR Prof Dr Ardianto SE Ak MSi menyampaikan apresiasinya atas inisiatif USK. “Kami sangat mengapresiasi langkah USK datang langsung untuk melakukan benchmark. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia, karena sejatinya data adalah kunci utama dalam meningkatkan performa pengukuran tata kelola manajerial yang ada,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Rektor SDM dan Keuangan, Prof Marwan sebagai menyampaikan bahwa benchmark ini menjadi momentum penting bagi USK untuk meningkatkan objektivitas penilaian kinerja. “Selama ini kami menilai pejabat yang mendapat tugas tambahan hanya berdasarkan SK pengangkatannya. Kami belum memiliki indikator terukur yang dapat memotret kontribusi manajerial secara objektif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa praktik UNAIR dapat menjadi rujukan signifikan bagi USK. “Kami ingin belajar bagaimana UNAIR menggunakan data kinerja untuk mendukung transparansi, efektivitas pengelolaan SDM, dan kesiapan audit tata kelola,” jelasnya.
Selanjutnya Prof Suhartono sebagai Kepala Unit Insentif Kinerja USK menjelaskan tantangan yang pihaknya sedang hadapi. “Kami melayani lebih dari tiga ribu pengguna setiap bulan, tetapi indikator untuk pejabat manajerial memang belum ada. Verifikasi indikator dan integrasi data seperti yang UNAIR lakukan sangat membantu memastikan penilaian lebih akurat dan adil,” tambahnya.
UNAIR Paparkan Sistem Kinerja Terintegrasi dari Organisasi hingga Individu
Ketua BPP UNAIR, Dian Ekowati SE MSi M.AppCom(OrgCh) PhD, kemudian memaparkan sistem pengukuran kinerja UNAIR yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen kinerja saling terkait. “Di UNAIR, tidak ada indikator yang berdiri sendiri. Semua indikator kami tautkan pada capaian institusi, mulai dari level universitas hingga individu,” ujarnya.
Dian juga menjelaskan integrasi indikator melalui platform SPMS. “Melalui SPMS, lebih dari 160 indikator strategis tersaji secara real time. Dashboard ini membantu kami melihat efektivitas program sekaligus efisiensi penggunaan anggaran,” tambahnya.
Perwakilan Tim Satu Data UNAIR, Dr Unggul Heriqbaldi SE MSi M.Appec, memaparkan bagaimana UNAIR mengonsolidasikan berbagai aplikasi ke dalam satu data warehouse. “Tugas kami adalah memastikan seluruh data terstandarisasi dan dapat ditarik otomatis dengan begitu, keputusan pimpinan selalu berbasis data yang valid dan mutakhir, serta memudahkan aksesibilitas penggunaan data di kalangan internal UNAIR berbasis AI yang dinamai Aruna” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung terhadap platform SPMS dan Aruna, disertai diskusi mengenai pengembangan sistem kinerja dan tata kelola SDM.
Penulis: Samudra Luhur
Editor: Ragil Kukuh Imanto





