UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya untuk berkolaborasi demi menjalankan visi menjadi universitas yang unggul dan berdampak. Tidak hanya di level lokal maupun nasional tetapi juga di level global. Pada Senin (15/12/2025), UNAIR menyambut delegasi dari OIC COMSTECH untuk membicarakan lebih jauh kerja sama dengan World University Association of Community Development (WUACD) di tahun 2026.
Wakil Rektor Bidang Research, Innovation and Community Development sekaligus WUACD Chairperson, Prof dr Muhammad Miftahussurur MKes, SpPD-KGEH PhD memimpin Rapat Strategis dengan COMSTECH. Ia juga didampingi oleh WUACD Executive Secretary, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi dan jajaran pimpinan lainnya baik dari unit kerja maupun fakultas.
COMSTECH yang merupakan bagian dari Organisasi Kerja sama Islam (OKI), diwakili oleh HE Prof Dr M Iqbal Choudhary Mustafa, Coordinator General of OIC – COMSTECH dan Associate Professor Dr. Humeraa Jahan, Secretary of OIC – COMSTECH. Dalam pertemuan tersebut, Prof Miftah memberikan apresiasi kepada OIC–COMSTECH atas undangan untuk menghadiri Rector’s Conference yang berlangsung pada 3–5 Desember di Islamabad.
“Terima kasih yang tulus kepada OIC-COMSTECH karena mengundang kami. Konferensi tersebut menjadi wadah strategis dalam memperkuat diplomasi akademik dan mendorong kerja sama antarperguruan tinggi di negara-negara anggota OKI,” ujar Prof Miftah.
Menurutnya, pertemuan itu merupakan rapat lanjutan dari MoU yang berlangsung di bulan Juni 2025 antara COMSTECH dan WUACD. “OIC–COMSTECH dan WUACD memiliki visi yang sama dalam memajukan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak. Kolaborasi kami secara aktif mencerminkan komitmen kami terhadap penguatan kapasitas dan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan tinggi,” tambahnya.
Fokus Kerja Sama
Selanjutnya, Prof Miftah menyampaikan tiga program utama yang akan berlangsung bersama OIC COMSTECH. Ketiga program tersebut meliputi Air Pollution Program yang bertujuan mengatasi tantangan lingkungan melalui solusi berbasis riset dan berorientasi pada masyarakat. Kedua, Program CAPABLE, kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Bayero University, Nigeria. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah menengah atas dalam bidang sains dasar. Sehingga berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia jangka panjang di Afrika.
Ketiga, Program Penguatan Hilirisasi Riset yang mengadopsi kolaborasi triple helix antara para peneliti di bidang obat herbal, Pemerintah Eswatini di Afrika, dan industri herbal Indonesia. Program itu akan fokus pada pengembangan fasilitas rumah kaca untuk tanaman obat sebagai langkah konkret menuju inovasi berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, HE Prof Dr M Iqbal Choudhary Mustafa, Coordinator General of OIC – COMSTECH mengungkapkan Indonesia merupakan bagian penting dari OKI. “Indonesia merupakan negara yang sangat penting. Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di OKI, sekaligus merupakan negara pendiri OKI dan juga pendiri OIC–COMSTECH,” ucapnya.
Usulan OIC–COMSTECH
Ia kemudian mengingatkan bagaimana dunia telah berubah menuju arah yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Untuk kemajuan bersama, Prof. Iqbal menyarankan perlu adanya beberapa program kerja sama di bidang riset, inovasi dan capacity building.
“Saya mengusulkan 100 pemuda yang berasal dari negara-negara Afrika datang untuk melakukan riset dan inovasi yang berfokus pada community development. Program ini akan disponsori oleh COMSTECH. Saya juga mengusulkan agar setiap tahun terdapat 25 dosen UNAIR yang melakukan kunjungan ke sepuluh negara. Termasuk Pakistan, untuk kegiatan capacity building,” tambahnya. Prof. Iqbal juga mengusulkan agar WUACD mengelola pemeringkatan universitas level dunia yang fokus pada pengabdian masyarakat dan dampak sosial.
Penulis: Andi Pramono





