UNAIR NEWS – Menjawab kebutuhan informasi yang akurat seputar seleksi beasiswa, Kelurahan LPDP Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar webinar bertajuk Sosialisasi dan Tips Lolos Seleksi Beasiswa LPDP Batch 1. Kegiatan webinar itu terlaksana pada Selasa (17/2/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut secara khusus membahas mengenai strategi menghadapi tahapan seleksi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), mulai dari tahap administrasi, Tes Bakat Skolastik (TBS), hingga tahap substansi (wawancara).
Berani Melangkah
Pada kesempatan tersebut, hadir Ketua Kelurahan LPDP UNAIR, Nisa Afifah, memberikan sambutan sekaligus menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar sosialisasi teknis, melainkan juga ruang bertumbuh bagi calon pendaftar.
“Kita sedang menyalakan satu hal penting, yaitu keberanian untuk melangkah. LPDP bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang bertumbuh dan kembali memberi dampak,” ujar Ica, sapaan dekatnya.
Penuhi Kelengkapan Administrasi
Webinar sesi pertama mengupas tips lolos tahap administrasi bersama I Gusti Ayu Agung Istri Risna Prajna Devi SPsi. Ia merupakan mahasiswa penerima LPDP yang kini menempuh jenjang magister di Psikologi UNAIR. Dalam paparan materinya, ia mengajak peserta untuk kembali merefleksikan alasan studi lanjut dan tujuan yang ingin dicapai.
“Ketika kita masuk tahap administrasi, kita bukan sekadar mengunggah dokumen, tetapi juga menunjukkan keseriusan dan ketelitian kita saat mendaftar,” jelas Risna.
Ia menekankan empat aspek penting dalam pemenuhan administrasi, yakni kelengkapan dokumen sesuai panduan terbaru, konsistensi identitas di seluruh berkas, keterbacaan hasil pindai agar tidak buram atau terpotong, serta keabsahan dokumen sesuai ketentuan.
“Kesalahan kecil seperti nama yang tidak konsisten bisa berakibat fatal. Pastikan semua dokumen mudah diverifikasi oleh tim,” tegas Risna.
Fokus Kekuatan Diri
Adapun sesi kedua berlanjut dengan pemaparan materi dari Asroful Hulam Zamroni, lulusan S2 Keperawatan UNAIR sekaligus awardee LPDP 2024. Ia membahas strategi menghadapi Tes Bakat Skolastik (TBS) dan menjelaskan bahwa seleksi tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan analitis serta berpikir kritis, khususnya bagi pendaftar tanpa Letter of Acceptance (LoA).
“Tes berlangsung selama 135 menit, terdiri atas 90 menit TBS dan 45 menit tes kepribadian. Persiapkan diri teman-teman sedini mungkin. Rutin berlatih dan ikut try out agar terbiasa dengan pola-pola soal,” ungkap Asroful.
Ia juga mengingatkan peserta untuk memetakan kekuatan diri. “Tidak semua materi harus dikuasai sempurna. Fokus pada yang paling bisa mendongkrak nilai kita sebetulnya,” ucapnya. Selain kesiapan akademik, ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus, tetap rileks saat mengerjakan soal, serta memohon doa dan restu orang tua.
Tips Lolos Substansi
Materi pamungkas oleh Gilang Setiawan. Ia mengupas tuntas terkait tahapan substansi. Menurutnya, pendaftar LPDP kini harus berorientasi pada impact driven untuk melihat dampak yang terukur.
“Panelis tidak hanya bertanya apakah kita layak kuliah, tetapi apakah Indonesia layak berinvestasi kepada kita,” ujarnya.
Gilang lantas memberi tips agar peserta perlu menyiapkan narasi hidup yang utuh, roadmap kontribusi yang realistis, serta jawaban berbasis data dan isu nasional. “Jangan terlalu fokus terlihat hebat. Yang dicari bukan masa lalu terbaik kita, tetapi masa depan Indonesia lewat kita,” pungkas Gilang.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Ragil Kukuh Imanto





