Penyakit kuning kolestatik pada bayi merupakan tantangan kesehatan yang signifikan, terutama di negara dengan akses terhadap pembedahan dan transplantasi hati yang terbatas. Mekanisme imunologis mendasari patogenesis atresia bilier yang menyebabkan fibro-obliterasi saluran empedu. Namun, keberhasilan penanganan atresia bilier bervariasi karena sering kali ditangani pada stadium lanjut. Oleh karena itu, terapi alternatif yang dapat menekan peradangan saluran empedu sangat dibutuhkan. Pemberian obat antiinflamasi seperti metilprednosolon pada bayi pada tahap awal kolestasis mungkin dapat memberikan peluang untuk meningkatkan luaran pada fasilitas kesehatan yang terbatas dalam melakukan operasi Kasai dan transplantasi hati. Laporan kasus ini menggambarkan adanya perbaikan kolestasis ekstrahepatik setelah pemberian steroid.
Pada laporan kasus ini disajikan seorang bayi laki-laki berusia 24 hari dengan keluhan utama kuning yang berkepanjangan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ikterus dan feses berwarna pucat. Kolestasis obstruktif ekstrahepatik yang merupakan karakteristik atresia bilier, ditemukan pada biopsi hati. Metilprednisolone (kortikosteroid) dan asam ursodeoksikolat diberikan. Laporan kasus ini mendukung kombinasi metilprednisolon dan asam ursodeoksikolat, memberikan perbaikan fungsi hati. Penyakit kuning dan feses pucat membaik dalam waktu dua bulan pengobatan.
Terapi steroid bermanfaat bagi penyembuhan bayi dengan kolestasis ekstrahepatik, terutama digunakan di fasilitas kesehatan yang terbatas. Berdasarkan pemahaman tentang mekanisme autoimun yang mendasari atresia bilier, pemberian steroid dapat berperan dalam menekan proses inflamasi yang menyebabkan fibrosis dan pembuntuan saluran empedu pada tahap awal penyakit. Namun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis efek steroid pada kolestasis.





