Universitas Airlangga Official Website

LASER AKUPUNTUR PRESISI PADA TITIK BACK-SHU MENINGKATKAN PERTUMBUHAN, EFISIENSI PAKAN, DAN REGULASI HORMON PADA KELINCI

Studi Eksperimental pada Oryctolagus Cuniculus (Kelinci)
Ilustrasi Oryctolagus Cuniculus/Kelinci (sumber: Phys.org)

Biaya pakan yang terus meningkat serta kebutuhan konsumen akan daging yang sehat dan aman mendorong dunia peternakan mencari pendekatan baru yang lebih cerdas. Di tengah berbagai teknologi yang berkembang, laser akupunktur muncul sebagai salah satu metode yang menawarkan solusi praktis tanpa ketergantungan obat. Hasil riset terbaru memberikan gambaran menarik bahwa teknik ini bukan sekadar pelengkap, melainkan dapat menjadi alat bantu nyata untuk meningkatkan produktivitas kelinci pedaging secara berkelanjutan dan juga kedepannya dapat diimplementasikan terhadap produktivitas hewan ternak pedaging lainnya.

Laser akupunktur merupakan pengembangan dari konsep akupunktur tradisional, namun menggunakan sinar yang mempunyai daya energi rendah untuk menstimulasi titik tertentu pada tubuh hewan. Implementasi metode ini tidak menimbulkan rasa sakit, tidak meninggalkan luka, dan mudah diaplikasikan, metode ini menjadi alternatif yang layak diterapkan pada ternak, terutama untuk peternak yang ingin meningkatkan performa tanpa intervensi bahan kimia ataupun obat-obatan.

Penelitian yang mendasari artikel ini melibatkan kelinci Hycole jantan yang dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama mendapat perlakuan plasebo, kelompok kedua distimulasi menggunakan laser tepat pada titik back-shu (BL13, BL15, dan BL21), dan kelompok ketiga menerima stimulasi pada titik yang tidak sesuai. Enam titik back-shu tersebut (pada sisi kanan dan kiri) dikenal dalam ilmu akupunktur veteriner sebagai titik yang berhubungan dengan fungsi pernapasan, jantung, dan pencernaan yang berperan penting dalam proses pertumbuhan dan metabolisme.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang memperoleh stimulasi pada titik yang tepat (presisi) mengalami peningkatan berat badan paling tinggi, nilai feed conversion ratio (FCR) yang lebih rendah, feed efficiency yang lebih baik, serta kadar hormon pertumbuhan yang lebih besar. Temuan ini menegaskan bahwa laser akupunktur sangat efektif pengaplikasiannya jika titik akupunktur yang distimulus benar-benar tepat. Ketidaktepatan lokasi laserkupunkur menjadikan efek yang terjadi tidak berbeda dari plasebo.

Efisiensi pakan adalah isu sentral dalam peternakan modern. Ketika pakan mahal, setiap gram yang bisa diubah menjadi daging memiliki nilai ekonomi yang besar. Menariknya, laser akupunktur tidak menaikkan jumlah pakan yang dikonsumsi, tetapi membuat tubuh hewan memanfaatkannya lebih baik. Hal ini dapat terjadi karena stimulasi laser diduga memperbaiki aliran darah ke organ pencernaan, meningkatkan fungsi saraf otonom, dan mempercepat pembentukan jaringan baru pada mukosa usus. Kombinasi perubahan fisiologis ini memungkinkan proses penyerapan nutrisi berlangsung lebih optimal.

Peningkatan hormon pertumbuhan juga berperan besar. Hormon ini bukan hanya mengatur pertumbuhan tubuh, tetapi juga mempengaruhi metabolisme energi. Ketika kadarnya meningkat, tubuh hewan lebih efisien dalam membangun jaringan otot dan menyimpan energi secara tepat. Jika dikaitkan dengan kondisi di lapangan, peningkatan hormon pertumbuhan tanpa penggunaan obat-obatan dapat menjadi keuntungan besar bagi peternak, karena mampu mendukung performa ternak tanpa residu kimia. Selain itu, metode laser akupunktur sangat mudah diterapkan. Alat yang digunakan relatif sederhana, prosesnya cepat, dan hewan tidak memerlukan penanganan khusus. Bagi peternak skala kecil, faktor ini menjadi keuntungan tersendiri karena metode ini dapat dilakukan secara berkala tanpa memerlukan fasilitas tambahan. Dalam jangka panjang, jika teknik ini diterapkan secara konsisten, dapat membantu menekan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pakan dan performa pertumbuhan.

Teknik ini tetap membutuhkan keahlian dalam menentukan titik akupunktur yang benar. Ketidaktepatan beberapa milimeter saja dapat menurunkan manfaat yang diharapkan. Pelatihan serta pendampingan praktis menjadi penting agar teknologi ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam usaha peternakan. Laser akupunktur menawarkan pendekatan baru yang aman, non-invasif, dan bebas obat untuk meningkatkan performa kelinci pedaging. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa stimulasi tepat pada titik BL13, BL15, dan BL21 mampu meningkatkan pertambahan bobot badan, memperbaiki efisiensi pakan, serta meningkatkan hormon pertumbuhan secara signifikan. Dengan karakteristiknya yang praktis, teknologi ini dapat menjadi salah satu strategi pendukung dalam upaya produksi ternak yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan sesuai kebutuhan pasar modern. Di tengah tantangan industri peternakan yang semakin kompleks, inovasi semacam ini memberi harapan baru. Laser akupunktur bukan hanya sekadar metode alternatif, tetapi dapat menjadi bagian penting dari manajemen kesehatan dan produktivitas ternak di masa depan.

Mudhita Zikkrullah Ritonga, Ertika Fitri Lisnanti, Widya Pramita Lokapirnasari, Sri Hidanah, Saifur Rehman, Muhammad Fajar Amrullah, Rico Anggriawan, Mutasem Abuzahra, Denny Irmawati Hasan, Aamir Shehzad, dan Siti Rani Ayuti. Precision laser acupuncture at back-shu points enhances growth performance, feed efficiency, and hormonal regulation in rabbits. Veterinary World, 18(8): 2367–2376. 2025.

Jurnal dapat diakses pada Link: https://www.veterinaryworld.org/Vol.18/August-2025/19.php dan https://dx.doi.org/10.14202/vetworld.2025.2367-2376