UNAIR NEWS – Lebaran selalu membawa cerita tersendiri bagi siapa saja yang merayakannya. Selain kebersamaan dengan keluarga dan orang-orang tercinta, lebaran adalah momen untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah Sang Pencipta. Begitupula dengan Drs., Koko Srimulyo, M.Si Sekretasis Universitas Airlangga.
Seperti masa kecil yang dihabiskan di Nganjuk, bagi Koko, lebaran adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Selain menjadi pribadi yang kembali fitri, lebaran adalah momen mengingat masa lalu dan mendapati kebahagiaan-kebahagiaan kecil di sana.
“Ketika saya mengingat masa lalu, rasa syukur menguat. Artinya, apa yang saya capai saat ini tidak terlepas dari perjalanan-perjalanan saya waktu kecil. Betapa nikmat Allah ke saya luar biasa,” ujar Koko.
Ada tradisi keliling dari rumah ke rumah yang dilakukan Koko kecil bersama rekan-rekannya di kampung. Dari keliling itu, Koko dan teman-teman lainnya mendapatkan ‘sangu’ yang diberikan oleh pemilik rumah. Namun ketika ia pindah ke Sidoarjo, kebiasaan itu kini sudah tidak ada lagi.
“Waktu saya kecil ada tradisi dengan teman kecil keliling dari rumah ke rumah, mungkin ada tarusan rumah, di hari raya pertama pada malam hari. Lalu dapat sangu. Ada nakalan juga, sudah dikasih masih kembali lagi. Tapi, ya, dikasih lagi. Paling tidak itu kegembiraan buat anak kecil,” kenang Koko.
“Ketika pindah di Sidoarjo, menyediakan uang kecil tidak bermakna. Tidak ada keliling-keliling seperti dulu,” ungkap laki-laki yang pernah diamanahi sebagai Kepala Perpustakaan UNAIR ini.
Yang mengesankan lagi bagi Koko saat lebaran adalah baju baru yang dibeli di emperan atau teras toko. Sederhana, tapi menjadi sangat bermakna bagi Koko hingga kini. “Baju baru yang dibeli di perko atau emperan toko. Lebih murah. Itu sangat berkesan bagi saya,” imbuh laki-laki yang menyelesaikan pendidikan sejak TK hingga SMA di Nganjuk ini.
Tak ada makanan spesial yang Koko rindukan saat lebaran tiba. Sebab, baginya, semua makanan saat lebaran adalah enak.
“Semua makanan buat saya enak. Sampai ini agak naif, saya punya cita-cita waktu masih skripsi, kalau nanti saya kerja dapat gaji ingin makan ayam satu ekor tanpa diganggu. Tapi sampai sekarang tidak keturutan. Karena ketika saya kerja, impian saya beda lagi,” ungkapnya.
Kepada UNAIR NEWS Koko berpesan agar manusia tidak pernah berhenti bermimpi. Sebab, mimpi dan harapan kebaikan yang membuat manusia dapat terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
“Karena itu bermimpilah. Mimpi adalah sesuatu yang paling bermakna pada kondisi manusia pada saat ini. Sukses bukanlah tujuan, tapi perjalanan,” tambahnya.
Ada tiga amalan yang Koko pesankan kepada seluruh sivitas akademika UNAIR. Tiga amalan itu adalah jujur, rendah hati, dan senang menolong. Menurutnya, tiga amalan itu adalah yang utama dalam hidup manusia, baik bekerja maupun menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Kalau pengin sukses amalkan tiga hal, jujur, humble, dan dan senang menolong. Investasi terbaik adalah kalau kita mempermudah urusan orng lain. Tiga hal itu kalau diimplementasikan dalam dunia kerja, insha Allah akan sukses,” ucap Koko. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh





