UNAIR NEWS – Insomnia menjadi penyebab manusia mengalami gangguan dalam kualitas hidup. Hampir semua orang di dunia pernah mengalami insomnia. Sekitar 30% orang dewasa mengalami insomnia dan 10% diantaranya mengalami insomnia dengan derajat berat sehingga berdampak terhadap kualitas hidup mereka.
Beberapa penanganan insomnia yang telah dilakukan yaitu menggunakan alat penutup mata yang membantu mengatur cahaya untuk tidur, ada juga beberapa penderita menggunakan aromaterapi untuk menciptakan ketenangan, selain itu penggunaan obat tidur juga menjadi solusi yang sering dijumpai.
Dari informasi tersebut, memotivasi kelompok PKM Karsa Cipta Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang diketuai oleh Anneke Widi Prastiwi (Angkatan 2013) untuk menciptakan gagasan inovatif yang berguna sebagai pengantar tidur penderita insomnia ringan. Program berdanakan hibah DIKTI ini oleh kelompok diberi nama Blindfold eye with vibration and aromatherapy.
“Keunggulan alat ini yaitu dilihat dari sisi bentuk yang ringan dan portable, selain itu alat tersebut dilengkapi dengan aromaterapi lavender yang berfungsi meningkatkan gelombang alfa dan keadaan ini diasosiasikan dengan keadaan relaksasi,” jelas Anneke
Bersama empat anggota lainnya yakni Nusrotud Diana, Aprilia Permata Sari, Wahyu Dwi Septinengtias, dan Risniawati, Anneke menciptakan aromaterapi lavender yang dapat membantu mengobati insomnia, mengurangi sakit kepala, dan menyembuhkan stres.
“Selain aromaterapi lavender, alat ini dilengkapi dengan vibrasi yang memberikan pijat dengan tujuan memberikan relaksasi bagi pengguna,” imbuhnya.
Untuk cara penggunaannya, Anneke menjelaskan bahwa caranya sangatlah mudah dan bisa dilakukan oleh semua kalangan.
“Cukup dengan menggunakan blindfold eye selama 20 menit dengan posisi tidur terlentang penderita insomnia sudah bisa merasakan relaksasi terapi dari alat ini,” pungkasnya.
Editor: Nuri Hermawan





