Universitas Airlangga Official Website

Lepas Mahasiswa BBK, FKH Bekali Mitigasi Kesenjangan Teori dan Praktik di Lapangan

Lina Susanti drh MSc PhD dalam penyampaian materi mitigasi kesenjangan teori dan praktik (Foto: Istimewa)
Lina Susanti drh MSc PhD dalam penyampaian materi mitigasi kesenjangan teori dan praktik (Foto: Istimewa) Lina Susanti drh MSc PhD dalam penyampaian materi mitigasi kesenjangan teori dan praktik (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan acara pelepasan mahasiswa peserta Belajar Bersama Komunitas (BBK). Acara tersebut berlangsung di Ruang Tanjung Adiwinata pada Senin (15/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa sebelum terjun langsung dalam BBK yang terlaksana di beberapa wilayah. Yakni Lumajang, Kediri, Nganjuk, Madiun, Magetan Gresik, Lamongan, Tuban dan Mojokerto.

Pembekalan tersebut berisi pemaparan materi dari Lina Susanti drh MSc PhD dan Prof Dr Herry Agoes Hermadi drh MSi. Keduanya menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa, baik dari segi teori maupun praktik

Lina Susanti menyampaikan materi mitigasi kesenjangan teori dan praktik dalam implementasi program BBK. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya perlu belajar, tetapi juga menguasai keterampilan praktis. “Ketika di lapangan, tidak semua bisa langsung dipahami. Tapi ketika kalian lulus, itulah yang menjadi langkah awal,” ungkapnya. 

Pelepasan Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) (Foto: Istimewa)

Tak hanya itu, Lina Susanti menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kritis dan teamwork merupakan salah satu aspek yang penting untuk diasah. Menurutnya, pelaksanaan BBK menjadi momen yang tepat bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan belajar bersama komunitas. Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu menjembatani apabila ada perselisihan pendapat atau permasalahan lain. 

“Komunikasi juga sangat penting harus pintar dijaga. Khususnya karena nanti konteksnya kalian nanti bertamu di rumah orang. Jangan sampai kalian menyinggung dan sebagainya,” tegasnya.

Sementara itu, Dr Nusdiantoro menekankan pentingnya penguasaan teknologi. Ia menjelaskan bahwa beberapa daerah yang menjadi tempat penerjunan BBK masih belum merata pemanfaatan teknologi. Dalam kondisi tersebut, mahasiswa harapannya tetap mampu beradaptasi. Sebab, kesederhanaan justru dapat melatih ketangguhan dan kemandirian mereka

“Modifikasi banyak sekali yang dapat kita lakukan di bidang ilmu kita. Jadi, ketika kalian melihat sesuatu yang berbeda di lapangan kemudian yang diajarkan dengan dosen, dapat beda karena variasi kasusnya,” tuturnya.

Sementara itu, Prof Herry memberikan materi mengenai penyiapan praktik, khususnya terkait inseminasi buatan pada sapi. Ia menjelaskan penggunaan alat serta pentingnya keterampilan teknis yang wajib dimiliki seorang dokter hewan. 

“Dokter juga harus bisa melakukan tindakan langsung dan memastikan hewan tertangani dengan benar agar tidak menimbulkan risiko. Yakinkan diri kalian bahwa mampu melakukan dan kamu catat pada diri sendiri bahwa kamu bisa,” ujarnya.

Penulis: Adinda Octavia Setiowati

Editor: Yulia Rohmawati