Universitas Airlangga Official Website

Infografik: Tips Hindari Kulit dari Lonjakan Suhu Ekstrem

Infografik: Lonjakan Suhu Ekstrem
Naufal Aditya Fahrezi

UNAIR – Lonjakan suhu ekstrem belakangan ini terjadi karena berbagai faktor yang saling berkaitan. Perubahan iklim global menjadi pemicu utama naiknya suhu di banyak wilayah dunia. Selain itu, polusi udara memperparah panas karena menipiskan lapisan ozon yang melindungi bumi dari paparan sinar ultraviolet berlebih. Aktivitas manusia seperti urbanisasi dan deforestasi juga memperburuk keadaan. Berkurangnya area hijau membuat penyerapan panas menurun, sementara pembangunan dan kendaraan bermotor meningkatkan suhu permukaan bumi. Kombinasi faktor tersebut menimbulkan kondisi panas ekstrem yang berdampak besar pada kesehatan, terutama pada kulit.

Panas yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kulit. Kulit mudah kehilangan kelembapan sehingga menjadi kering dan dehidrasi. Tubuh kemudian meningkatkan produksi minyak, yang dapat menimbulkan jerawat. Paparan sinar ultraviolet berlebih juga mempercepat penuaan dini, ditandai dengan munculnya keriput dan flek hitam. Dalam situasi ekstrem, kulit bisa mengalami iritasi hingga sunburn atau luka bakar akibat matahari. Semua risiko ini meningkat saat seseorang terlalu lama beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.

Dokter dari Universitas Airlangga mengingatkan pentingnya langkah perlindungan kulit di tengah suhu ekstrem. Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan oleskan kembali setiap dua hingga tiga jam. Hindari paparan langsung sinar matahari pada pukul 10.00 hingga 14.00. Selain itu, pilih pakaian longgar, kenakan topi, serta kacamata hitam untuk melindungi wajah dan mata. Hidrasi tubuh juga perlu dijaga dengan minum air putih setidaknya dua liter per hari.

Perubahan sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus melindungi tubuh dari efek berbahaya panas ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Baca Juga:
Infografik lainnya
Teknik Menyusun Literature Review yang Kritis dan Sistematis – Universitas Airlangga Official Website