UNAIR NEWS – Perubahan lingkungan saat ini menjadi sorotan dunia karena berdampak nyata terhadap kehidupan manusia. Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Universitas Airlangga (UNAIR) memiliki kepedulian untuk bisa bergotong royong mewujudkan kelestarian lingkungan. Kepedulian itu terwujud melalui kegiatan tanam 200 bibit pohon (Trembesi, Mahoni, dan Mojo) di Hutan Raya Pakal, Surabaya pada Minggu (14/12/2025).
Kegiatan tersebut menggandeng berbagai komunitas anak muda. Seperti Natura Amerta, Duta Lingkungan Jatim, Cak-Ning Surabaya, Lurah Pakal, Danramil Benowo, Staf Satpol PP, dan DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Surabaya.
Keterlibatan berbagai komunitas pemuda tersebut menunjukkan bahwa mereka juga memiliki kepedulian serta komitmen yang sama untuk menjaga lingkungan. Harapannya ke depan semangat ini tetap terjaga secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Karena kegiatan ini mendukung ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-13 Penanganan Perubahan Iklim dan tujuan ke-15 Kehidupan di Darat.
Kembalikan Fungsi Hutan
Prof Hery Purnobasuki Drs MSi PhD dalam sambutannya mengatakan bahwa LPMB sangat mendukung penuh kegiatan ini. Ia berharap agar aksi ini bisa disuarakan kepada generasi muda lainnya melalui duta lingkungan dan Cak, Ning Surabaya. “Menanam biji atau bibit pohon bisa menjadi kegiatan individual di lingkungan sekitar dan menjadikan hal tersebut sebuah kebiasaan,” ujar Ketua LPMB UNAIR itu.

Menanam dan memelihara pohon dengan baik akan memberikan fungsi pohon menjadi optimal sebagai penghasil oksigen, penyerap karbon dioksida (CO2), penyerap air, penahan tanah terhadap arus air, serta menurunkan suhu, tempat hidup berbagai organisme, dan sebagainya. Fungsi-fungsi tersebut akan dimanfaatkan makhluk hidup di sekitar pohon tersebut.
Perluas Lahan Hijau
Harapan besar dari kegiatan ini adalah agar Kota Surabaya juga memiliki lahan hijau yang semakin luas dan tertata di setiap sudut kotanya. Surabaya kota berkelanjutan dengan ruang terbuka hijau (RTH) yang mengintegrasikan alam dalam perencanaan untuk menciptakan lingkungan sehat, efisien, dan adil.
“Surabaya fokus pada RTH, transportasi publik, pengelolaan limbah, dan energi terbarukan, serta menyatukan alam dengan urbanisasi untuk mencapai target iklim. Kota Surabaya mengupayakan RTH minimal 30 persen dan mengintegrasikannya dengan infrastruktur hijau untuk mengurangi polusi. Mengelola air, dan meningkatkan kualitas hidup warga,” tuturnya.
Keikutsertaan stakeholder setempat dalam kegiatan ini juga menunjukkan dukungan yang kuat dari pemerintah daerah yang mengarah pada implementasi konsep pentahelix. Yaitu model kolaborasi strategis yang melibatkan lima elemen utama. Yakni Pemerintah (Government), Akademisi (Academic), Bisnis/Dunia Usaha (Business), Komunitas (Community), dan Media.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





