Universitas Airlangga Official Website

LPMB UNAIR Bekali Dosen Wali dengan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis Mahasiswa

Sesi dokumentasi kegiatan Kapasitansi Dosen Wali bertajuk Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) Mahasiswa pada Senin (31/8/2026). (Foto: Dokumentasi Panitia)
Sesi dokumentasi kegiatan Kapasitansi Dosen Wali bertajuk Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) Mahasiswa pada Senin (31/8/2026). (Foto: Dokumentasi Panitia)

UNAIR NEWS – Kesehatan mental menjadi isu yang masih hangat hingga saat ini, khususnya di lingkungan universitas. Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) mempunyai tanggung jawab dalam semua proses pendidikan, termasuk dengan keberhasilan studi mahasiswa yang tidak bisa lepas dari aspek kesehatan psikologis mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Direktorat Pendidikan UNAIR hadirkan Kapasitansi Dosen Wali bertajuk Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) Mahasiswa. 

Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan UNAIR, Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes menilai bahwa perkembangan dari generasi ke generasi terjadi secara dinamis. Ia menyebut bahwa cara mendidik, memberikan pendampingan, ataupun pengawal harus dinamis pula dan menyesuaikan dengan kondisi terkini. 

“Kita harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Mereka sebagai remaja saat ini, tentu kondisi psikologis mereka berbeda. Kita harus menyesuaikan hal tersebut,” ungkap Dr Maftuchah pada Senin (31/8/2026) di Ruang Sriwijaya ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa – B UNAIR.

Direktur Pendidikan UNAIR, Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes saat memberikan sambutan di Kapasitansi Dosen Wali. (Foto: Dokumentasi Panitia)
Komitmen UNAIR untuk P3LP Mahasiswa  

Dr Maftuchah menekankan bahwa Direktorat Pendidikan tidak dapat bekerja sendiri, harus ada kolaborasi lintas unit di UNAIR dan juga keterlibatan dosen terkait dengan kesehatan psikologis mahasiswa UNAIR. Salah satu upaya komitmen UNAIR, yakni tes assessment yang mahasiswa baru lakukan. 

“Di tahun ini, kami menyusun bersama instrumen baru. Instrumen tersebut yakni openness, resiliensi, potensi kesehatan mental, model belajar, serta indikator terkait hal yang berpengaruh pada kesehatan psikologis mahasiswa,” jelasnya.

Dr Maftuchah juga menegaskan bahwa hasil tes assessment ini akan ditindaklanjuti untuk mengidentifikasi kondisi psikologis dari mahasiswa itu sendiri. Harapannya adalah mahasiswa UNAIR sehat secara psikologis, sehat jiwa, dan tentunya sehat fisik, sehingga dapat belajar dengan tenang dan optimal.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Ibu sekalian sebagai dosen wali untuk menginformasikan apabila memang ada identifikasi dan kondisi psikologis adik-adik mahasiswa. Hal ini kita galakkan untuk mengoptimalkan peran dosen wali terkait pengembangan studi mahasiswa UNAIR,” imbuhnya.

peran dosen wali untuk mahasiswa

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua LPMB UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD berharap dalam kesempatan kali ini, banyak hal atau isu psikologis yang dapat menjadi bahasan dan materi diskusi bersama. Ia menyebut bahwa mahasiswa memiliki peran penting yang perlu dimaksimalkan untuk menggali pengalaman dan mencapai tujuan bersama. 

Ketua LPMB UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan di Kapasitansi Dosen Wali secara daring. (Foto: Dokumentasi Panitia)

“Materi yang akan dibagikan hari ini, seperti Kondisi remaja masa kini oleh drg Vitria MSi, peranan dosen wali dalam proses akademik mahasiswa oleh Aries Widya Gunawan SE MM, Kesehatan mental mahasiswa oleh Dr Sri Widati SSos MSi, serta Prof Dr Nurul Hartini SPsi MKes. Semoga dapat bermanfaat kedepannya untuk para Bapak dan Ibu dosen wali,” pesannya. 

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto