Universitas Airlangga Official Website

M-Heart, Inovasi Deteksi Dini Jantung Karya Mahasiswa UNAIR Raih Bronze Medal IPITEx 2026

Tim mahasiswa Universitas Airlangga peraih Bronze Medal pada ajang Bangkok IPITEx 2026. (Foto: Dok. Pribadi)
Tim mahasiswa Universitas Airlangga peraih Bronze Medal pada ajang Bangkok IPITEx 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Universitas Airlangga berhasil meraih Bronze Medal pada ajang inovasi dan invensi internasional Bangkok International Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026. Prestasi ini mereka raih melalui inovasi M-Heart, sistem pemantauan kesehatan jantung berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan smartwatch dan biosensor.

Tim ini terdiri dari Dinda Rika Berliana, Harlih Alvira Pramesti Puspita Ningrum, Rosinta Dewi Anggraeni, dan Amira Najda Maurilla Wiguna dari Fakultas Farmasi angkatan 2022, Salman Robith Fachrurrozi dari Fakultas Psikologi angkatan 2022, Feranita Kumalasari dari Fakultas Kedokteran angkatan 2023, serta Muhamad Farel Fachruzani dari Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2023. Inovasi ini berkembang dari capaian tingkat nasional sebelum mereka bawa ke ajang internasional.

Latar Belakang Inovasi dan Gagasan M-Heart

Inovasi M-Heart berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya angka penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Tim menilai banyak kasus serangan jantung terjadi akibat keterlambatan deteksi dan penanganan.

“Kami melihat bahwa sebagian besar faktor risiko penyakit jantung sebenarnya dapat dimodifikasi apabila kondisi jantung dapat dipantau sejak dini dan berkelanjutan,” ujar perwakilan tim. Atas dasar itu, M-Heart dikembangkan sebagai sistem deteksi dini dan pemantauan kesehatan jantung real-time yang bersifat non-invasif dan mandiri.

Tim mahasiswa Universitas Airlangga saat mempresentasikan inovasi M-Heart pada ajang Bangkok IPITEx 2026. (Foto: Dok. Pribadi)
Proses Pengembangan dan Nilai Kebaruan Inovasi

M-Heart mengintegrasikan aplikasi cerdas dengan smartwatch serta lima biosensor kardiovaskular, yaitu ECG, PPG, accelerometry, seismocardiogram, dan ballistocardiogram, yang analisanya menggunakan machine learning. Pendekatan ini memungkinkan pemantauan kondisi jantung secara lebih komprehensif.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah fitur peringatan darurat yang dapat menginisiasi panggilan bantuan medis otomatis apabila terdeteksi pola fisiologis berisiko. “Fitur ini kami rancang bukan sebagai alat diagnosis, melainkan sistem respons awal untuk mengurangi keterlambatan penanganan medis,” jelas tim.

Kolaborasi Tim dan Harapan ke Depan

Dalam persiapan menuju IPITEx 2026, tantangan utama tim terletak pada koordinasi lintas disiplin dan manajemen waktu. Diskusi aktif secara daring dan luring menjadi kunci dalam menyatukan pemahaman dan kontribusi anggota.

“Kekuatan tim kami terletak pada kolaborasi dan saling melengkapi keahlian masing-masing,” tutur mereka. Keberhasilan meraih Bronze Medal ini menunjukkan bahwa konsistensi dan kerja sama mampu membawa inovasi mahasiswa Indonesia ke panggung internasional. Harapan ke depan, M-Heart berkembang sebagai solusi digital health yang terintegrasi dengan layanan kesehatan dan industri teknologi.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto