UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang. Mahasiswa Fast Track Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Nicholas Soesilo berhasil meraih Juara 1 dalam National APA Awards 2025 persembahan dari Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
Prestasi di Ajang Nasional
Dalam wawancara bersama UNAIR News, Nicholas mengungkap partisipasinya dalam ajang bergengsi ini bukan hanya soal karena kepercayaan yang dosen berikan. Nicholas mengungkapkan ini adalah kesempatan membuktikan bahwa program studi Akuntansi UNAIR mempunyai ekosistem akademik yang mampu mendukung terciptanya calon akuntan yang siap menghadapi tantangan global.
Berhasil menjadi satu dari lima peserta terbaik, Nicholas menceritakan bahwa persiapan yang ia lakukan kurang lebih satu hingga dua bulan. Nicholas banyak berdiskusi dengan dosen pembimbing Novrys Suhardianto SE MSA Ak PhD CA dan Niluh Putu Dian Rosalina Handayani Narsa SA MSc untuk mengidentifikasi masalah krusial yang sedang profesi akuntan hadapi saat ini. Dari proses brainstorming yang matang, lahirlah EcoRisk Navigator untuk menjawab tantangan implementasi standar IFRS S2 mengenai pelaporan risiko iklim.
Nicholas menekankan penelitiannya merupakan jembatan untuk mengatasi kesulitan teknis dalam pemodelan ESG dan iklim. Selain itu, Nicholas merekomendasikan adopsi dan integrasi platform berbasis AI seperti EcoRisk Navigator ke dalam kurikulum pendidikan akuntansi dan pelatihan profesional yang IAI selenggarakan.
“Saat ini, standar global seperti IFRS S2 sudah menuntut akuntan untuk mampu mengidentifikasi risiko iklim. Namun, banyak profesional maupun lulusan baru yang belum dibekali kemampuan teknis untuk mengolah data non keuangan (seperti data iklim) dan menerjemahkannya menjadi dampak finansial,” ujar Nicholas.
Lebih lanjut, Nicholas mengaku bahwa kesulitan terbesar dalam penelitiannya adalah kebaruan topik terkait standar IFRS S2 dan aplikasi AI untuk risiko iklim, yang masih sangat baru di dunia akuntansi.
“Tantangan utamanya adalah masih sedikit ada yang menerapkan solusi serupa secara efektif di dunia nyata yang bisa saya jadikan acuan. Strategi saya adalah fokus pada pemahaman mendalam terhadap isi standar IFRS S2 dan potensi teknologi AI,” bahas Nicholas.
Kesiapan dan Pengalaman di Babak Final
Nicholas menegaskan bahwa keseimbangan antara rekam jejak dalam kompetisi, pengalaman internship, kepemimpinan, dan kontribusi sosial menggambarkan kesiapan sebagai calon akuntan profesional,. Hal tersebut selaras dengan filosofi Achievement, Purpose, dan Attitude (APA) yang ia pegang.
Pada babak final, Nicholas menggambarkan suasana di babak final sebagai momen yang intens namun positif. “feedback yang paling membekas adalah apresiasi mereka terhadap kebaruan (novelty) dan urgensi dari gagasan ini. Mereka seakan sepakat bahwa solusi berbasis AI untuk implementasi IFRS S2 ini adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh profesi akuntan saat ini,” kata Nicholas.
Harapan Nicholas Sebagai Duta IAI
Sebagai penutup, Nicholas berharap memaksimalkan amanah sebagai Duta IAI atau Duta Chartered Accountant (CA) setelah meraih Juara ini. Nicholas berencana untuk berkontribusi lebih luas dengan meningkatkan kesadaran di kalangan akuntan muda mengenai pentingnya sertifikasi profesi CA. Ia juga ingin mempromosikan nilai-nilai profesionalisme, integritas, dan kompetensi melalui berbagai kegiatan di kampus.
Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





