UNAIR NEWS – Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Sukorejo-Sidayu Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan sosialisasi deteksi kanker payudara dalam pertemuan rutin ibu PKK di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan melalui edukasi pemeriksaan mandiri di lingkungan keluarga.
Sosialisasi ini menyasar ibu-ibu PKK sebagai kelompok strategis dalam penyebaran informasi kesehatan di tingkat desa. Materi yang disampaikan disusun berdasarkan buku saku deteksi dini kanker payudara dari Kementerian Kesehatan RI, serta diperkuat dengan jurnal ilmiah dan hasil penelitian pendukung. Materi kegiatan disupervisi langsung oleh Bidan Desa Sukorejo, Bidan Kholishoh SKeb Bdn.
Belajar SADARI Lewat Praktik, Bukan Sekadar Materi
Berbeda dari sosialisasi kesehatan yang cenderung bersifat satu arah, Kelompok BBK 7 Sukorejo-Sidayu menerapkan metode praktik langsung melalui demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Tim memperagakan lima gerakan pemeriksaan yang mereka kemas dalam slogan 3D, yakni dilihat, diraba, dan ditekan. Praktik dianjurkan untuk dilakukan di depan cermin untuk membantu peserta mengenali perubahan pada payudara secara visual dan perabaan. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep deteksi dini, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat dilakukan secara mandiri dan rutin di rumah.

Sejumlah peserta terlihat aktif mengikuti setiap tahapan praktik dan menanyakan kembali langkah-langkah pemeriksaan untuk memastikan pemahaman yang tepat. Pola edukasi ini mencerminkan semangat Kampus Berdampak, di mana peran mahasiswa tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses pendampingan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pendekatan preventif tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko keterlambatan penanganan kanker payudara, sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di tingkat keluarga.
PKK Ajak Perempuan Aktif Jaga Kesehatan Payudara
Wakil Ketua PKK Desa Sukorejo, Hani Lestari, mendorong ibu-ibu PKK agar secara rutin mempraktikkan pemeriksaan payudara sendiri serta menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, peran perempuan sangat krusial dalam membangun kesadaran kesehatan rumah tangga, sejalan dengan semangat SDG 5 Kesetaraan Gender.
Ketua Penggerak PKK Desa Sukorejo, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Universitas Airlangga dalam pengisian materi edukasi kesehatan. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan PKK dinilai memperkuat kemitraan lintas sektor, sejalan dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Ketua Kelompok KKN-BBK 7 Sukorejo-Sidayu Universitas Airlangga, Ardiyan Ghossaan Sobandi, menyampaikan, “Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu PKK semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan diri, berani melakukan deteksi dini, dan saling menguatkan, karena ibu yang sehat adalah pondasi keluarga dan masa depan desa.”
Kegiatan ini harapannya tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan preventif di tingkat keluarga. Edukasi kesehatan berbasis praktik dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat desa yang lebih sadar, mandiri, dan responsif terhadap isu kesehatan perempuan.
Penulis: Nindi Saputri





