UNAIR NEWS – Lingkungan sekolah yang aman dan suportif menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter pelajar sejak dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 UNAIR menggelar kegiatan sosialisasi public speaking dan pencegahan perundungan bagi siswa di sejumlah sekolah dasar yang ada di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.
Melalui program ini, mahasiswa BBK 7 berupaya menumbuhkan kepercayaan diri siswa sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa melalui materi public speaking dengan pendekatan mendongeng, sekaligus membangun pemahaman mengenai dampak negatif bullying.
Edukasi Public Speaking
Program edukasi public speaking berlangsung di SDN Lebakadi 2 pada Kamis (08/01/2026) dengan melibatkan siswa kelas 4 hingga 6, serta di SD Muhammadiyah 1 Sugio pada Jumat (23/01/2026) yang diikuti siswa kelas 4. Dalliyah Iftitah Arbi selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa program ini diikuti oleh 65 siswa gabungan dari kedua sekolah dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK 7 UNAIR menggunakan pendekatan storytelling yang disesuaikan dengan usia anak. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui permainan, roleplay, simulasi tampil di depan kelas, serta pemberian reward, sehingga mendorong siswa lebih berani mengekspresikan diri dan aktif berpartisipasi selama kegiatan.
“Kegiatan public speaking ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa serta melatih kemampuan komunikasi dan soft skills sejak dini sebagai bekal pengembangan diri di masa depan. Tim BBK 7 Lebakadi UNAIR optimis kegiatan ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter,” ujarnya.
Sosialisasi Anti Bullying
Selain public speaking, mahasiswa BBK 7 UNAIR juga menggelar sosialisasi anti bullying sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Fallentina Indah selaku penanggung jawab kegiatan menerangkan bahwa sosialisasi ini difokuskan pada penanaman kesadaran siswa mengenai pentingnya empati dan keberanian bersikap terhadap tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Melalui penyampaian materi mengenai bentuk-bentuk perundungan serta dampaknya, siswa diajak untuk memahami pentingnya bersikap empati, berani menolak tindakan bullying, dan menjaga hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah. Sosialisasi ini berlangsung di SDN Lebakadi 2 pada Sabtu (10/01/2026), SDN Lebakadi 1 pada Rabu (14/01/2026), serta SD Islam Nurul Hikmah pada Kamis (22/01/2026) dengan total peserta sebanyak 81 siswa dari gabungan ketiga sekolah.
“Kegiatan sosialisasi anti bullying dan public speaking ini menjadi upaya kami sebagai mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga dalam mendukung penguatan karakter siswa sejak dini. Program ini sejalan dengan SDGs 4, yaitu pendidikan berkualitas, melalui penanaman nilai percaya diri, saling menghargai, dan komunikasi yang positif,” pungkasnya.
Penulis: Fania Tiara Berliana M
Editor: Yulia Rohmawati





