Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK 7 Sulap Limbah Kerang jadi Barang Bernilai Guna

Pemilihan limbah kerang untuk dibuat karya baru oleh anak murid PAUD Seruni (Foto: Dok Tim BBK 7)

UNAIR NEWS – Limbah kerang masih menjadi permasalahan bagi berbagai komunitas nelayan, salah satunya di Desa Mojoasem. Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menginisiasi kegiatan Kerang Ceria pada Kamis (22/1/2026). 

“Di Mojoasem, warganya banyak berprofesi sebagai nelayan dan pemilik tambak, sehingga cukup banyak menumpuk kulit kerang di sini. Dari situlah kami memutuskan untuk melakukan proker Kerang Ceria ini agar dapat meminimalisir limbah kerang dan membuat barang lain yang bernilai ekonomi,” jelas Devi Permata Putri, penanggung jawab kegiatan Kerang Ceria, melalui sesi wawancara pada Sabtu (24/1/2026). 

Pengelolaan limbah kerang ditargetkan untuk anak-anak di PAUD Seruni dan orang tua mereka. Tujuan utamanya adalah mengubah limbah kerang yang berserakan menjadi barang guna seperti figura dan pajangan. Mahasiswa BBK 7 Mojoasem, Sidayu, Gresik menjelaskan cara membersihkan sampai menempelkan kerang. 

“Syukurnya kami mendapatkan respon positif dari bunda PAUD serta orang tua murid. Terlihat juga dari antusiasme anak-anak dalam melakukan kegiatan ini. Mereka dapat menggunakan imajinasi serta kreativitasnya untuk menempel dan meletakkan cangkang kerang yang sudah mereka pilih,” tambahnya. 

Meskipun disambut dengan antusiasme, Devi mengaku menghadapi beberapa kendala. Limbah kerang, meskipun melimpah dan menumpuk di beberapa titik di Kelurahan Mojoasem, memerlukan perhatian lebih agar benar-benar bersih dan menghilangkan bau amisnya sehingga persiapan kerangnya sendiri memakan waktu berhari-hari.

Namun, setelah bersih, kerang yang dikumpulkan sangat potensial untul diubah menjadi barang lain bernilai guna, bahkan bisa bernilai ekonomi. “Bagian yang sulit hanya membersihkannya saja, setelahnya, meski limbah, kerang-kerangnya jadi bersih dan cantik. Sebenarnya bisa sekali dibuat barang lain selain figura ataupun dream-catcher, seperti tirai kerang dan gantungan kunci, potensi ini bisa diekspor lain waktu,” tutupnya. 

Penulis: Dinnaya Mahashofia 

Editor: Yulia Rahmawati