UNAIR NEWS – Sembilan mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Lamongan berpartisipasi aktif dalam Giat Kebersihan Makam Umum dan Karya Bakti Pembersihan Eceng Gondok. Mereka melakukan giat bersih bersama tersebut di saluran air tersier Desa Bedahan pada Jumat (9/1/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi risiko banjir. Sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Lingkungan Desa
Karya bakti ini dipimpin langsung oleh Komandan Rayon Militer Babat 0812/10, Kapten Czi Slamet serta jajaran anggota Koramil. Melibatkan mahasiswa UNAIR, bersama Komando Rayon Militer (Koramil) Babat 0812/10, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta masyarakat Desa Bedahan. Camat Babat Noman Kresna Martha Sena, Battut Koramil Babat Pelda Akram, Kapolsek Babat, Dinas Pengairan, staf Kecamatan Babat, anggota Polsek, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan sinergi antara unsur akademisi, pemerintah, aparat, dan warga dalam menjaga lingkungan desa.
Fokus utama kegiatan adalah pembersihan eceng gondok yang menutupi saluran air tersier. Penumpukan eceng gondok berpotensi menghambat aliran air, meningkatkan risiko banjir pada musim penghujan, serta menghalangi masuknya sinar matahari ke perairan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 belajar langsung mengenai permasalahan lingkungan di tingkat akar rumput sekaligus berkontribusi dalam upaya pencegahannya.
Inspirasi Program Berkelanjutan Berbasis SDGs
Fenomena blooming eceng gondok yang ditemui di lapangan kemudian menginspirasi mahasiswa BBK 7 UNAIR untuk merancang program lanjutan. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa melaksanakan pelatihan pengolahan limbah eceng gondok dan limbah organik lainnya menjadi pupuk bernilai ekonomi melalui metode biopori komposter pada mendatang. Program ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Camat Babat, Noman Kresna Martha Sena, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa BBK 7 UNAIR dalam kegiatan tersebut. “Saya turut senang atas kehadiran mahasiswa BBK 7 UNAIR yang aktif ikut serta berbaur dalam komunitas masyarakat Desa Bedahan hari ini. Semoga kegiatan hari ini memberikan pembelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh adik-adik mahasiswa ke depannya,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam karya bakti dan program lanjutan berbasis pengolahan limbah, mahasiswa BBK 7 UNAIR menunjukkan peran nyatanya. Khususnya agen perubahan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Selain itu, kontribusi ini juga menjadi wujud implementasi SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan dan SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim.
Penulis: Mahasiswa BBK 7 Desa Bedahan, Babat, Lamongan
Editor: Yulia Rohmawati





