UNAIR NEWS – Mengutip dari data Pemerintah Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lamongan sempat melakukan penutupan pasar hewan sementara dikarenakan adanya wabah menular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Sebagai dampaknya, pasar hewan di Babat sempat ditutup untuk mengurangi lonjakan penularan penyakit pada hewan ternak. Di tahun 2025 kembali terjadi penularan PMK.
Sebagai upaya pencegahan dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kegiatan penyuluhan PMK dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 24–25 Januari 2026, di Desa Kebonagung, Lamongan.
Pada hari pertama, Jumat, 24 Januari 2026, penyuluhan dipusatkan di balai desa Kebonagung dan dilanjutkan dengan kegiatan lapangan berupa pemberian vitamin melalui injeksi, pemberian obat cacing, serta desinfeksi kandang ternak milik warga. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga sebagai bagian dari program Belajar Bersama Komunitas.
Peserta kegiatan terdiri dari 15 hingga 20 orang, yang meliputi peternak Desa Kebonagung. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi dan bertanya terkait kesehatan dan kesejahteraan hewan ternaknya
Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak terkait PMK, sehingga mereka mampu mengenali gejala awal serta melakukan penanganan dasar apabila penyakit tersebut kembali muncul. Diharapkan, dengan adanya edukasi ini, peternak dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi wabah PMK di masa mendatang.
Pada hari kedua pelaksanaan program GEMA PMK di hari Minggu (25/1/2026), mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga di Desa Kebonagung dilanjutkan. Berbeda dengan hari pertama yang lebih fokus pada sosialisasi, kali ini mahasiswa langsung terjun ke kandang-kandang milik warga untuk memberikan vitamin.
Dengan berbekal perlengkapan medis, vitamin, dan desinfektan, kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB. Mahasiswa tidak hanya menginjeksi vitamin, tetapi juga berdiskusi dan mendengarkan keluh kesah peternak terkait kesehatan hewan ternaknya. Mahasiswa juga melakukan penyemprotan desinfektan pada kandang-kandang peternak.
“Di hari kedua ini, lebih dari 30 ekor kambing dan 15 ekor sapi milik warga Desa Kebonagung telah berhasil mendapatkan injeksi vitamin,” ungkap Keiko, selaku PIC dari kegiatan GEMA PMK di Desa Kebonagung. Proses pemberian vitamin dilakukan secara hati-hati di bawah pengawasan ahli. Peternak juga memperhatikan edukasi dan pemberian vitamin secara seksama.
Kegiatan ini terbukti memberikan manfaat yang berpengaruh terhadap peternak. Para peternak mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif tentang PMK, mulai dari cara mengidentifikasi gejala awal, kerugian yang dapat disebabkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Pemberian vitamin juga menjadi langkah awal yang konkret untuk meningkatkan imunitas ternak, sehingga terbentuk daya tahan tubuh terdapat berbagai penyakit, termasuk PMK.
Dengan meningkatkan pemahaman dan tindakan preventif ini, diharapkan peternak di Desa Kebonagung bisa terhindar dari kerugian ekonomi yang disebabkan oleh PMK yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas hingga kematian ternak.
Program GEMA PMK yang diinisiasi oleh mahasiswa BBK 7 Unair di Desa Kebonagung ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia akademis dan masyarakat dapat memberikan solusi konkret untuk permasalahan yang dihadapi peternak.
Berita ini mendukung SDGs 2: Zero Hunger SDGs 3: Good Health and Well-being, SDGs 6: Clean Water and Sanitation, SDGs 11: Sustainable Cities and Communities, dan SDGs 15: Life on Land.
Penulis: BBK 7 Desa Kebonagung





