Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Edukasi Pencegahan Penyakit Ternak di Trawas

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 melaksanakan aksi nyata di Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Melalui program ini, para mahasiswa berfokus meningkatkan kesadaran peternak setempat mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan hewan ternak melalui pengenalan produk desinfektan dan antiseptik yang tepat.

Langkah ini diambil menyusul temuan di lapangan bahwa banyak peternak yang masih menggunakan metode tradisional yang belum tentu aman bagi kesehatan hewan. Selama ini, warga biasanya hanya melakukan pembakaran sampah di sekitar kandang untuk mengusir lalat atau menggunakan bahan seperti minyak jelantah dan abu untuk mengobati luka pada ternak pascamelahirkan. Padahal, penggunaan bahan-bahan tersebut kurang efektif secara medis dan berisiko menimbulkan infeksi atau iritasi pada jaringan ternak.

Ketua Kelompok BBK 7 di Desa Sukosari menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan terhadap minimnya literasi sanitasi kandang. “Kami melihat potensi peternakan di Sukosari sangat besar, namun pemahaman mengenai biosekuriti masih perlu ditingkatkan. Kami ingin memastikan peternak tahu bahwa pencegahan jauh lebih murah daripada mengobati,” ungkapnya saat sesi sosialisasi. Inisiatif ini merupakan wujud nyata UNAIR sebagai Kampus Berdampak yang hadir langsung untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Pentingnya edukasi ini juga berkaca pada pengalaman pahit saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda pada tahun 2022 lalu. Tatik, salah satu peternak di Desa Sukosari, menceritakan pengalamannya saat menghadapi krisis tersebut. “Dulu saat ada wabah PMK, saya sangat bingung dan kagok. Saya melakukan desinfeksi secara asal-asalan karena tidak tahu caranya yang benar agar ternak tidak tertular,” akunya.

Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh warga melalui metode kunjungan langsung ke rumah-rumah (door-to-door). Selain memberikan demonstrasi penggunaan desinfektan, mahasiswa juga memberikan poster edukasi sebagai panduan mandiri bagi peternak.

“Terima kasih mbak-mas Unair telah membimbing saya. Saya bisa mendesinfektan kandang sapi dan kambing saya, penjelasan mas dan mbak sudah dapat saya pahami. Kedepannya, kandang sapi saya lebih bersih, sapi saya semakin sehat, semakin cuan.” tutur Tatik dengan antusias.

Kegiatan ini sejalan dengan poin SDGs yang disasar, khususnya SDG nomor 2 yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan). Dengan menjamin kesehatan ternak melalui sanitasi yang tepat, produktivitas pangan hewani akan terjaga, sehingga ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa dapat terus meningkat secara berkelanjutan.