UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan kegiatan pemeriksaan dan edukasi kesehatan bagi anak-anak PAUD Tunas Harapan serta SDN Datinawong, Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada Kamis (15/1/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan gizi serta memantau kondisi tumbuh kembang anak mengenai kesehatan gigi. Selain itu, kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah kesehatan jangka panjang.
Pantau Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
Rangkaian kegiatan di PAUD Tunas Harapan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh anak kelompok bermain, TK A, TK B, wali murid, guru PAUD, serta mahasiswa BBK 7 UNAIR. Kegiatan kemudian berlanjut dengan foto bersama sebelum memasuki sesi edukasi. Mahasiswa BBK 7 memberikan sosialisasi mengenai gizi seimbang pada wali murid dari anak balita. Sekitar 60 wali murid mengikuti kegiatan sosialisasi ini.
Usai sosialisasi gizi, mahasiswa BBK 7 melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan anak kelompok bermain untuk memantau kondisi pertumbuhan dan perkembangan. Hasil pengukuran tersebut langsung langsung wali murid terima beserta penjelasan agar orang tua memahami kondisi anak masing-masing. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa anak usia tiga hingga empat tahun yang terindikasi stunting. Penemuan tersebut berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U). Temuan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi wali murid untuk lebih memperhatikan asupan gizi dan pola asuh anak sebelum memasuki usia sekolah dasar.
Selain pemeriksaan pada anak, mahasiswa BBK 7 juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi guru PAUD. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta screening gigi dan mulut. Pada kegiatan tersebut, tersaji juga sesi konsultasi berupa pembacaan hasil pemeriksaan. Selain itu tersedia rekomendasi tindak lanjut ke fasilitas kesehatan apabila memerlukan tindak lanjut.
Edukasi Kesehatan Gigi Siswa Sekolah Dasar
Kegiatan edukasi kesehatan juga berlangsung di SDN Datinawong dengan menyasar siswa kelas empat. Edukasi berfokus pada kesehatan gigi dan kebersihan mulut guna mencegah terjadinya karies pada gigi permanen anak. Materi yang tersaji meliputi anatomi gigi, makanan sehat dan tidak sehat, penyebab dan proses terjadinya karies, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah.
Mahasiswa BBK 7 menggunakan media visual yang interaktif serta mengajak siswa mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar. Selain itu, berlangsung juga screening gigi dan mulut secara individual dengan menerapkan standar kebersihan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur. Hasil screening menunjukkan sebagian besar siswa memerlukan perhatian lebih terhadap kesehatan gigi.
Ketua BBK 7 UNAIR, Kayla Kanaysisya Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan ini ia harapkan dapat memberikan dampak jangka panjang. “Kami berharap anak-anak dapat mulai membiasakan diri menjaga kesehatan gigi dan kebersihan sejak dini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap anak dan orang tua dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.
Penulis: Era Fazira
Editor: Ragil Kukuh Imanto





