UNAIR NEWS – Tim BBK (Belajar Bersama Komunitas) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menjalankan tiga program kerja (proker) unggulan bidang pendidikan di Desa Daliwangun, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menyasar siswa Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum Daliwangun dan dua Madrasah Ibtidaiyah (MI) setempat, dengan fokus pada pembelajaran interaktif, pengenalan kampus, serta kesadaran lingkungan dan bencana. Proker-proker ini digelar guna mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), serta memperkuat komitmen mahasiswa UNAIR dalam pembangunan masyarakat terdidik.
Proker pertama, Daliwangun Mengajar adalah kegiatan yang digelar secara berkala setiap hari Rabu, Kamis, dan Sabtu sejak tanggal 7 Januari sampai dengan 31 Januari 2026 di MI Islamiyah Wangun. Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan komunikatif dengan mengusung konsep fun learning disertai praktek langsung yang membuat siswa semakin antusias dalam belajar. “Anak-anak belajar sambil bermain, seperti eksperimen sederhana yang membuat mereka dapat memahami konsep sulit dengan mudah” ucap daffa. Program kerja ini turut serta dalam mendukung SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas.
Tak berhenti di situ, tim BBK 7 UNAIR juga sukses mengadakan “Expo Campus” yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di MA Darul Ulum Daliwangun. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi kelas: sesi pertama untuk kelas 11-12 dengan talkshow interaktif tentang jurusan kuliah populer dan peluang beasiswa, sementara sesi kedua menyasar kelas 10 dengan fokus pada pengenalan fasilitas kampus dan peluang SNBP. “Expo ini membuka wawasan siswa tentang bagaimana dunia perguruan tinggi dan juga apa saja yang perlu disiapkan agar tidak terkejut dengan dunia perkuliahan. Kegiatan ini juga selaras dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas” ujar Najwa.
Terakhir, tim BBK 7 UNAIR mengadakan proker bertema “SAVE OUR EARTH: Mitigasi Bencana Alam dan Jaga Lingkungan Sejak Dini” di MI Darul Ulum Daliwangun pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan dilakukan di satu kelas gabungan berisi siswa kelas 4-6 dengan pendekatan fun learning yang berisi edukasi penanggulangan bencana dan eksperimen sederhana pembuatan gunung berapi meletus menggunakan soda kue dan cuka. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini soal pelestarian alam dan mitigasi bencana yang relevan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDG 13 (Aksi Iklim). Ketiga proker ini tidak hanya melibatkan lebih dari 100 peserta langsung, tapi juga guru dan orang tua sebagai fasilitator. “Melalui program kerja BBK 7 UNAIR Daliwangun kali ini, kami berharap dapat menciptakan generasi muda Daliwangun yang siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Fauzi. Sebagai salah satu World Class University, UNAIR terus mendukung inisiatif serupa untuk memperluas dampak pendidikan berkelanjutan di pedesaan.
Penulis : Mahasiswa BBK 7 Desa Daliwangun





