UNAIR NEWS – Tingkat literasi masyarakat Indonesia terbilang cukup memprihatinkan. Meski mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, kemampuan literasi masyarakat Indonesia masih tertinggal jauh dari negara-negara lainnya. Ikut andil dalam mengatasi problematika ini, Universitas Airlangga (UNAIR) berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) Literasi.
Kegiatan KKN-BBK Literasi ini berlangsung mulai Senin (7/7/2025) hingga Senin (4/8/2025) dengan fokus peningkatan literasi anak-anak usia sekolah. Sebagai agenda puncak dari kegiatan ini, salah satu tim KKN-BBK Literasi UNAIR Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan Apresiasi Literasi yang dengan bentuk kompetisi antarsiswa pada Jumat (27/7/2025). Terdapat dua macam kompetisi literasi, yakni untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) berupa mengulas dan mengucap buku bacaan serta untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berupa cipta cerpen.
Ketua Tim KKN-BBK Literasi, Yohana Grace Uli Panggabean, menyampaikan bahwa selain sebagai penutupan agenda pengabdian, acara puncak ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menguji keberterimaan anak-anak terhadap pembelajaran yang telah mereka terima sebelumnya.

“Kegiatan lomba ini menghadirkan lima perwakilan dari masing-masing sekolah. Tujuannya untuk mendorong anak-anak yang belum berkesempatan menjadi perwakilan dan utamanya dalam mengasah kemampuan mereka mengulas buku maupun membuat cerpen,” paparnya.
Usung Beragam Kegiatan
Sebelum acara puncak ini, tim KKN-BBK Literasi Desa Paciran telah mengadakan pengajaran literasi kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Mazra’atul Ulum Paciran. Setiap jenjang kelas mendapat metode pengajaran yang berbeda. Yohana mengatakan hal ini sebab menyesuaikan perbedaan cara belajar masing-masing jenjang pendidikan.
Untuk kelas dua, kegiatan literasi yang berlangsung adalah membaca buku dengan nyaring, sedangkan kelas tiga meresensi buku menggunakan bahasanya sendiri. Berbeda dengan dua jenjang di bawahnya, kelas empat dan lima justru menjalankan pengerjaan proyek.
“Setelah menonton video, anak-anak kelas empat dan lima akan kami arahkan untuk memilih sebuah adegan atau bagian dari cerita yang paling menarik untuk mereka. Anak-anak akan diminta untuk menggambar adegan tersebut menggunakan imajinasi mereka sendiri,” jelas Yohana.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR itu juga menyampaikan bahwa pengajaran literasi pada jenjang MTS telah mereka susun dengan lebih kompleks. “Mahasiswa akan memberikan sebuah buku cerpen pada masing-masing anak untuk dibaca. Setelah membaca, murid diminta untuk menganalisis komponen cerpen. Kemudian mereka kita minta untuk menulis sebuah cerpen baru dengan mengambil ide tokoh, latar, ataupun moral dari buku yang mereka baca sebelumnya,” terangnya.
Harapan Keberlanjutan Program
Dengan terselenggarannya KKN-BBK Literasi ini, Yohana dan tim berharap dapat meningkatkan minat baca anak-anak, sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar angan. Bagi mereka, dengan kemampuan literasi yang mumpuni, anak-anak dapat terdorong untuk berpikir secara kreatif dan inovatif.
Yohana juga mengatakan keinginannya akan keberlanjutan program kerja yang berfokus pada peningkatan literasi semacam ini. “Jika terdapat banyak SDM mahasiswa KKN, maka kami harapkan agar cakupan program ini lebih luas dan menjangkau lebih banyak sekolah. Khususnya, sekolah-sekolah yang bukan unggulan, tetapi punya potensi dan kemauan untuk meningkatkan minat literasi,” pungkasnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Ragil Kukuh Imanto





