Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK UNAIR Manfaatkan Galon Bekas untuk Budidaya Lele dan Hidroponik

warga kalijudan V saat pembuatan galon untuk budidaya lele dan tanaman hidroponik. (Foto: Istimewa)
warga kalijudan V saat pembuatan galon untuk budidaya lele dan tanaman hidroponik. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memberikan program berdampak bagi masyarakat. Kali ini, program kerja bertajuk From Waste to Value hadir sebagai solusi permasalahan pengolahan sampah plastik, keterbatasan lahan, serta upaya penguatan ketahanan pangan. Program ini berlangsung pada Sabtu (17/1/2026) di Balai RW 05 Kelurahan Kalijudan, Kota Surabaya.

Nabila selaku penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa warga Kalijudan V sebenarnya telah memiliki bank sampah. Namun, pemanfaatan yang kurang maksimal mendorong tim BBK 7 untuk menghadirkan program yang berkelanjutan dan aplikatif.

“Warga masih bingung bagaimana cara mengolah sampah. Kemudian kami berkoordinasi bahwa galon bekas dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya lele sekaligus tempat tanam hidroponik. Program ini juga relevan karena adanya keterbatasan lahan di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Selain mengatasi permasalahan lingkungan, kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran warga untuk mengelola sampah secara lebih bijaksana. Sampah yang sebelumnya langsung dibuang kini dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna. 

Program ini juga selaras dengan SDGs 3 (Good Health and Well-Being) dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production). Pemanfaatan galon plastik bekas merupakan implementasi prinsip Upcycle (mengubah sampah menjadi barang bernilai), guna mengurangi beban limbah plastik di lingkungan serta hasil panen dapat berkontribusi pada pemenuhan gizi keluarga yang lebih sehat dan terjamin kualitasnya.

“Kami mengupayakan minimal terdapat satu galon hidroponik di setiap rumah. Dengan begitu, secara tidak langsung jumlah tanaman hijau di Kalijudan V akan bertambah, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sampah rumah tangga,” imbuhnya. 

Tim BBK 7 secara langsung mengimplementasikan proses pembuatan serta cara kerja budidaya lele dan tanaman hidroponik menggunakan galon bekas. Mulai dari proses penanaman hingga pembuatan media budidaya, seluruh tahapan dipraktikkan bersama warga Kalijudan V.

“Kami menyemai bibit sayuran kangkung dan pakcoy di suhu ruang yang tidak terpapar cahaya. Kami menunggu selama 2–4 hari hingga muncul akar dan daun kecil. Lalu kami membuat  wadah dari barang bekas seperti galon, atau wadah plastik bekas yang dipotong bagian atasnya untuk tempat tanaman. Jadi, selain galon, kami juga memanfaatkan sampah plastik lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, respons warga terhadap program ini terbilang sangat positif. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan siap berkontribusi dalam menyukseskan program budidaya lele dan hidroponik tersebut.

“Warga sangat bersemangat mengumpulkan galon dan sampah plastik bekas. Mereka antusias mempelajari budidaya lele dan merasa program ini menguntungkan serta memberikan manfaat langsung bagi keluarga mereka,” tutupnya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Khefti Al Mawalia