UNAIR NEWS – English Department Student Association (EDSA) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar EDSA Talkshow: Student Exchange pada Minggu (12/10/2025). Acara yang berlangsung di ruang Herodotus A FIB UNAIR itu menghadirkan dua narasumber. Yaitu, Annisa Ahmad (Awardee DiscoverNUS Exchange Program 2024, National University of Singapore) dan Muhammad Rafly Andhika Putra (Awardee Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024, Universidad de Granada, Spain).
Menemukan Keberanian dan Peluang
Annisa menceritakan pengalamannya mengikuti DiscoverNUS yang mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ia mengaku sempat ragu mendaftar karena kurang percaya diri.
“Awalnya aku minder, tapi akhirnya sadar kalau kesempatan itu bisa dicari asal berani mencoba,” ujarnya.
Annisa menuturkan bahwa program tersebut mengajarkannya disiplin dalam hal akademik dan berani untuk keluar dari zona nyaman. “Dosen di sana sangat menghargai proses. Mereka bahkan menanyakan kesulitan mahasiswa sebelum tugas dikumpulkan,” tambahnya. Ia berharap pengalaman tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain untuk aktif mencari kesempatan belajar lintas budaya.

Empat Tips Sukses dari IISMA Awardee
Sementara itu, Rafly membagikan kisahnya selama mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024 di Spanyol. Ia mengungkapkan bahwa persiapan matang menjadi kunci utama sebelum mengikuti seleksi.
“Hal dasar itu paspor dan kemampuan bahasa inggris. Jangan menunggu diterima dulu baru menyiapkan semuanya,” jelasnya.
Rafly juga turut membagikan empat tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program Student Exchange. Pertama adalah menyiapkan dokumen sejak awal, lalu membangun mental yang kuat terhadap proses seleksi yang bersifat kompetitif, ketiga perbanyak riset tentang universitas tujuan, dan yang terakhir adalah melatih kemampuan komunikasi agar lebih siap dan percaya diri saat melewati proses wawancara.
“Aku belajar bahwa privilege bisa datang dari mana saja, tapi niat dan usaha tetap yang utama,” ungkapnya.
Keduanya sepakat bahwa program pertukaran pelajar bukan sekadar tentang studi, melainkan juga pembentukan karakter dan perspektif global. “Banyak jalan untuk bisa ke luar negeri, tidak harus exchange. Bisa lewat konferensi, magang, atau program jangka pendek,” jelas Annisa.
Melalui kegiatan ini, EDSA UNAIR berharap bahwa mahasiswa UNAIR semakin terdorong untuk mengembangkan diri dan berani mengambil peluang akademik di tingkat internasional.
Penulis: Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Khefti Al Mawalia





