Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Raih Silver Medal di Ajang Lomba Esai Nasional

TIM mahasiswa Kesmas FIKKIA UNAIR berpose bangga usai meraih Silver Medal dalam ajang Ignite Future Fest 2025 di Universitas Mataram, Lombok. (Foto: Istimewa)
TIM mahasiswa Kesmas FIKKIA UNAIR berpose bangga usai meraih Silver Medal dalam ajang Ignite Future Fest 2025 di Universitas Mataram, Lombok. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Lima mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang Lomba Esai dan Business Plan Tingkat Nasional yang digelar di Universitas Mataram, Lombok, pada kamis (30/10/2025). Tim ini terdiri dari Stevina Destiani, Syifa Aulia Zahra, Tiara Putri Maharani, Diva Fauziah, dan Nelfanie Ika Nuryan ini sukses meraih Silver Medal dalam kategori Lomba Esai Nasional.

Menurut Stevina Destiani, selaku ketua tim, perjalanan mereka dimulai sejak tahap seleksi berkas hingga melangkah ke babak semifinal. Ia menjelaskan bahwa dari delapan sub bidang yang tersedia, timnya memilih fokus pada industri kreatif dengan mengusung ide berjudul Strategi Adaptasi Kesehatan di Era Perubahan Iklim Melalui Aplikasi Game Berbasis Cuaca.

“Kami memilih sub bidang industri kreatif karena ingin menghadirkan solusi kesehatan yang dikemas secara inovatif dan dekat dengan dunia digital masyarakat saat ini,” tutur Stevina.

Gagasan ini berawal dari keprihatinan terhadap meningkatnya dampak perubahan iklim pada kesehatan masyarakat. Kasus seperti demam berdarah, polusi udara, dan gelombang panas ekstrem menginspirasi mereka untuk menciptakan game edukatif yang memadukan unsur iklim dan kesehatan.

Dalam game tersebut, pengguna dapat memilih wilayah di Indonesia dan menghadapi berbagai studi kasus nyata seperti cuaca ekstrem, perubahan curah hujan, polusi udara, atau gelombang panas. Pemain ditugaskan menyelesaikan misi harian yang berkaitan dengan dampak kesehatan.

Menurut Stevi, melalui game ini pemain dapat merasakan bagaimana aksi kecil dapat membawa dampak besar. “Misalnya, pemain bisa mendapat misi membersihkan sampah di blok A atau membantu warga yang terkena DBD akibat banjir. Setiap misi yang berhasil diselesaikan akan mendapatkan koin sebagai bentuk penghargaan,” jelasnya. Koin tersebut, lanjutnya, dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan maupun memperbaiki infrastruktur lingkungan di wilayah permainan.

Selama masa persiapan, tim mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara kuliah dan latihan presentasi. Padatnya jadwal serta rasa lelah kerap menjadi hambatan untuk berdiskusi bersama. Namun, semangat dan dukungan dari dosen pembimbing serta rekan-rekan membuat mereka terus berjuang hingga babak final.

“Kami sempat merasa kewalahan karena harus membagi waktu antara tugas kuliah dan latihan presentasi. Tapi, kami selalu berpegang pada keyakinan bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha,” tutur Stevina. 

Ia ingin menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan masyarakat juga bisa berinovasi di bidang teknologi dan industri kreatif, terutama dalam isu penting. Seperti, perubahan iklim dan kesehatan. 

Stevina juga menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras seluruh anggota tim dan dukungan dari berbagai pihak. “Rasa lelah dan waktu istirahat yang tersita seolah terbayar lunas ketika nama kami diumumkan sebagai peraih medali perak. Momen itu menjadi bukti bahwa kerja sama dan tekad kuat bisa membawa hasil yang luar biasa,” ujarnya dengan penuh haru.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap isu perubahan iklim dan kesehatan masyarakat, serta mencerminkan semangat inovatif mahasiswa dalam menyongsong Generasi Emas 2045.

Penulis : Dheva Yudistira Maulana

Editor : Khefti Al Mawalia