Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FK UNAIR Raih Juara 1 dan 3 di Regional Medical Olympiad 2025 Bidang Muskuloskeletal 

Tim Juara 1 dan 3 FK UNAIR di Regional Medical Olympiad (RMO) 2025 bidang Muskuloskeletal (Foto: Narasumber)
Tim Juara 1 dan 3 FK UNAIR di Regional Medical Olympiad (RMO) 2025 bidang Muskuloskeletal (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Dua tim dari mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan penghargaan di ajang Regional Medical Olympiad (RMO) 2025 wilayah IV. Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) pada Rabu (1/10/2025). Dua tim dari FK UNAIR berhasil menyabet Juara 1 dan Juara 3 bidang Muskuloskeletal.

Perjuangan Tim Juara 1: Berlatih dan Bertumbuh Bersama

Tim Juara 1 terdiri atas Deva Fitra Firdausa Anwar (Angkatan 2022), Allysa Aditya Apriliani Hadisutjipto (Angkatan 2023). Mereka berkompetisi di bidang Muskuloskeletal yang menuntut kemampuan teori sekaligus praktek. “RMO ini bisa dibilang OSN-nya mahasiswa kedokteran. Mahasiswa-mahasiswa hebat dari seluruh Indonesia berkumpul untuk bertanding, belajar, dan saling berbagi pengalaman,” tutur Deva.

Allysa menambahkan jika mereka mulai melakukan bimbingan dari awal tahun dan didampingi oleh para dokter konsultan, dosen, dan kakak tingkat yang ahli di bidang tersebut. Ketika berkompetisi, ia mengaku tantangan terbesarnya bukan hanya soal materi, tapi juga tekanan mental dan manajemen waktu.  “Rasanya menegangkan, tapi dari situ kami belajar fokus dan percaya pada proses. Setelah selesai, lega banget. Semua perjuangan terbayar,” ungkap Allysa.

Dari kompetisi tersebut, mereka mengaku bahwa keberhasilan tidak datang hanya dari kerja kerasnya, melainkan berkat dukungan dan doa dari keluarga serta rekan-rekan seperjuangannya. “Kami percaya, keberhasilan sejati bukan hanya saat kita tumbuh, tapi ketika kita bisa tumbuh bersama,” pungkasnya.

Tim Juara 3: Belajar dari Kegagalan

Tak hanya itu, Tim Juara 3 FK UNAIR yang terdiri dari Kenichi Abrar Danuardi (FK 2022), dan Muhammad Anthony Maulana (FK 2023), juga menceritakan perjuangannya berkompetisi di bidang Muskuloskeletal. Mereka mengaku pernah gagal dalam kompetisi RMO tahun 2024. Kegagalan dari sejak babak penyisihan, dan itu menjadi pelajaran berharga untuk persiapan kompetisi RMO 2025.

“Motivasi utama saya ikut lomba ini karena minat besar di bidang muskuloskeletal. Tahun lalu saya gagal di babak penyisihan. Tapi, justru dari situ saya belajar dan mulai mencicil materi sejak lama,” ungkap Kenichi.

Lebih lanjut, Anthony menjelaskan bahwa dukungannya datang dari dosen dan kakak tingkat yang juga membantu proses persiapan. Selain itu, ia juga mengatakan jika timnya mendapat top score di babak semi final. “Sebelum final, tim kami mendapat top score di semifinal. Itu jadi penyemangat luar biasa untuk terus maju,” ujarnya.

Prestasi ini menunjukkan komitmen FK UNAIR dalam melahirkan calon doktor unggul yang memiliki semangat kolaborasi tinggi di bidang kesehatan. Kedua tim FK UNAIR sepakat jika keberhasilan lahir dari semangat keberanian untuk mencoba. “Percayakan semua usaha kita pada tuhan. Jangan takut untuk mencoba dan keluar dari zona nyaman, karena sekecil apapun pengalaman akan membawa pelajaran berharga yang bisa membuat diri kita lebih kuat dan bijak,” pungkas Deva.

Penulis: Muhammad Nabil Fawaid

Editor: Ragil Kukuh Imanto