UNAIR NEWS – Ajang Biomedical International Essay and Poster Competition (BIEPC) 2025 kembali menampilkan kreativitas beberapa mahasiswa Teknik Biomedis Universitas Airlangga. Tim yang terdiri dari Savira Hayyun Audina, Greestaviola Allodya Darmawan, Raihan Ainur Rochim, dan Andika Putra Wijaya Kusuma. Tim ini berhasil meraih Juara 2 kategori Poster Ilmiah dan Juara Harapan 3 kategori Esai. Prestasi inimenjadi pembuktian kualitas riset dan inovasi mereka di tingkat nasional.
Ajang Biomedical International Essay and Poster Competition (BIEPC) merupakan kompetisi inovasi biomedis bergengsi. Kompetisi ini berlangsung dalam rangka memperingati Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Teknik Biomedis (HMBM) ITERA 2025. Kegiatan ini menghadirkan dua jenis lomba, yakni esai dan poster, dengan mengusung tema besar ‘Shaping Technology for Future Health Care.’”
Inovasi Poster untuk Stroke Iskemik
Untuk kategori poster ilmiah, mereka menghadirkan inovasi berjudul “RoboClot: An AI-Assisted Magnetically Actuated Microrobot for Targeted Thrombolysis in Ischemic Stroke”. Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka kematian akibat stroke iskemik di Indonesia. Angka kematian yang tinggi tersebut sebagian besar penyebabnya adalah pembentukan trombus pada pembuluh darah. Ide tim adalah menciptakan robot mikroskopik berbasis AI yang dapat menelusuri jalur di dalam pembuluh darah untuk memecah trombus secara tepat sasaran.
RoboClot menggabungkan dua metode utama yakni mekanik dan kimia. Dari sisi kimia, robot ini membawa enzim yang dapat dia lepaskan langsung ke lokasi thrombus untuk memecahnya. Sementara itu, dari sisi mekanik robot mampu menembus dan mengatasi hambatan secara fisik. AI berperan dalam menentukan jalur terbaik menuju trombus dan menyesuaikan dosis enzim yang dia lepaskan, menargetkan penyembuhan yang cepat dan aman. Walau inovasi ini masih berupa konsep, ide tersebut menunjukkan pendekatan cerdas terhadap masalah kesehatan yang serius dan prevalen di Indonesia.
Solusi untuk Pengendalian Gula Darah
Sementara itu, untuk lomba esai, mereka mengangkat isu diabetes, penyakit kronis yang juga menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia. Mereka mengembangkan ide aplikasi personalized untuk pengendalian diabetes. Pengembangan ini memadukan pemantauan gula darah, konsultasi diet, dan pemeriksaan kaki untuk mendeteksi dini komplikasi. Sensor PPG atau Photoplethysmogram berguna untuk mengukur kadar gula darah secara real time, yang kemudian dapat terhubung ke ponsel melalui Bluetooth atau Wi-Fi.
Aplikasi ini memungkinkan pasien untuk memantau kondisi gula darah secara continue dan mendapatkan rekomendasi makanan yang sesuai dengan kadar gula mereka. Selain itu, fitur pemeriksaan kaki membantu mendeteksi tanda-tanda awal komplikasi, seperti luka atau risiko amputasi, dengan menggunakan sensor dan heat map. Data ini kemudian dapat dikonsultasikan langsung ke dokter, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Menghadapi Tantangan dan Jadwal Padat
Keputusan tim untuk mengikuti kedua kategori sekaligus bukan tanpa tantangan. Proses final lomba bertepatan dengan jadwal UTS, namun berkat koordinasi yang baik dengan dosen, mereka mendapat izin fokus pada final. Usaha dan dedikasi tersebut membuahkan hasil dengan kedua kejuaraan mereka yakni poster mereka menempati Juara 2, sementara esai mendapat Juara Harapan 3.
Prestasi Tim mahasiswa Teknik Biomedis ini menjadi bukti bahwa tidak hanya mampu berinovasi dalam penelitian, tetapi juga menerapkan pendekatan teknologi untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang nyata di masyarakat. Dua karya ini, meski berbeda bidang, sama-sama menunjukkan potensi besar inovasi biomedis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia.
“Kami bersyukur bisa menampilkan kedua karya ini meski berhadapan dengan jadwal UTS dan tantangan lain. Prestasi ini bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk membuktikan bahwa inovasi mahasiswa bisa memberikan solusi nyata untuk masalah kesehatan yang mendesak,” ujar Savira Hayyun Audina, selaku perwakilan tim.
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





