UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR menoreh prestasi membanggakan di kancah internasional. Nawang Ayu Mukti Laksono, Denaswa Hanindya Orcidaniar, dan Amira Hasna Salsabila berhasil meraih Gold Medal pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 yang diselenggarakan di Thailand pada hari Jumat (9/1/2026).
Selain Gold Medal, tim mahasiswa Prodi S1 Gizi turut menyabet penghargaan khusus dan prestisius, yaitu The Outstanding Invention & Innovative Prize. Dalam keseluruhan kompetisi IPITEX 2026, hanya terdapat 6 piala untuk kategori tersebut. Tim mahasiswa Prodi S1 Gizi menjadi perwakilan Indonesia, bersaing dengan inovator dari 24 negara lain yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Prestasi ini diraih melalui inovasi berjudul “SPYRAGO: Spirulina platensis and Synbiotics for Advance Growth), sebuah tech-integrated superfood yang dikembangkan sebagai solusi berkelanjutan untuk pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan saluran cerna. Inovasi ini mengombinasikan potensi Spirulina platensis dan sinbiotik untuk mendukung pertumbuhan optimal serta kesehatan sistem pencernaan.
Salah satu anggota tim, Denaswa Hanindya Orcidaniar menjelaskan, bahwa SPYRAGO memanfaatkan spirulina dan formulasi sinbiotik dalam bentuk protein bar untuk ibu serta makanan bayi 2-in-1 yang siap konsumsi. “Spirulina dipilih karena memiliki kepadatan nutrisi tinggi, tingkat kecernaan mencapai 85–95 persen, serta potensi keberlanjutan karena mudah dibudidayakan dan dipanen. Berbeda dengan produk spirulina di pasaran yang umumnya masih berbentuk setengah jadi dan memerlukan proses pengolahan tambahan, SPYRAGO dirancang siap konsumsi sehingga lebih praktis, terutama bagi ibu dengan keterbatasan waktu, termasuk ibu bekerja.”
Hanin juga menjelaskan bahwa proses pengembangan SPYRAGO melalui tahapan riset dan pengembangan yang panjang serta penuh tantangan. “Dalam proses tersebut, tim kami menghadapi berbagai kegagalan berulang, khususnya pada tahap formulasi, baik dari aspek kandungan gizi, aroma, rasa, warna, tekstur, hingga daya terima produk. Pengalaman ini tidak lepas dari bekal keilmuan yang kami peroleh di Program Studi Gizi melalui mata kuliah Formulasi Makanan, yang mengajarkan perancangan produk pangan mulai dari pemilihan bahan, penyusunan formulasi, hingga uji organoleptik. Selain itu, dukungan fasilitas laboratorium Prodi Gizi turut berperan penting dalam proses pengolahan, pengembangan produk, serta pengujian mutu,” ungkapnya.
Ajang IPITEX merupakan pameran inovasi internasional bergengsi yang mempertemukan peneliti, akademisi, dan inovator dari berbagai negara. Keberhasilan mahasiswa meraih dua penghargaan sekaligus menegaskan kualitas inovasi yang unggul secara ilmiah, memiliki nilai kebaruan, serta relevan dengan tantangan kesehatan global.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen prodi S1 gizi dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi mahasiswa yang berdampak, berkelanjutan dan berorientasi global.
Penulis: Ratu Fermeza
Editor: Khefti Al Mawalia





