UNAIR NEWS – Kegiatan posyandu terpadu “Sehat Bersama Kresek” dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026 di rumah Pak Wo, selaku salah satu Kader Posyandu Desa Kresek. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang garap kesehatan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) yang bertugas di Dusun Sewu, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Mahasiswa hadir untuk mendampingi layanan posyandu dengan menekankan pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, risiko gula darah, kolesterol, dan asam urat tinggi. Bidan setempat menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin karena kolesterol warga Kresek cenderung tinggi. Fokus ini dipilih karena keluhan terkait penyakit tidak menular sering kali tidak bergejala, sehingga pemeriksaan rutin menjadi penting agar kondisi dapat dikenali lebih awal dan segera ditindaklanjuti.
Rangkaian layanan dimulai sejak peserta datang dan mengisi presensi. Setelah itu, mahasiswa memeriksa tekanan darah peserta satu per satu, kemudian mencatat nama dan hasil pemeriksaan pada lembar pencatatan posyandu sebagai dasar konsultasi dengan bidan setempat. Berdasarkan hasil tekanan darah dan keluhan yang disampaikan, bidan memberikan arahan pemeriksaan lanjutan, agar peserta memahami langkah yang perlu dilakukan setelah mengetahui hasil pemeriksaan.
Mengikuti arahan bidan, mahasiswa melanjutkan pemeriksaan kesehatan sederhana berupa cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Seluruh hasil dicatat untuk membantu pemantauan kunjungan berikutnya serta mengidentifikasi peserta yang memerlukan tindak lanjut, seperti kontrol berkala atau pemeriksaan lanjutan. Di sela kegiatan, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai pola hidup sehat, antara lain membatasi gula, garam, dan lemak, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, menjaga aktivitas fisik, serta melakukan kontrol berkala bila hasil pemeriksaan berada di atas batas normal.
Layanan ini menjangkau lansia dengan rentang usia beragam, termasuk peserta yang lahir pada 1945 yang tetap antusias hingga akhir. Setelah konsultasi dan pemeriksaan tuntas, bidan memberikan obat serta saran kesehatan. Kegiatan ditutup dengan pemberian makanan ringan dari mahasiswa sebagai bentuk apresiasi dan upaya membangun kedekatan. Ke depan, hasil pencatatan akan dikoordinasikan bersama kader dan bidan untuk memudahkan pemantauan dan memastikan warga yang membutuhkan memperoleh tindak lanjut. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud Kampus Berdampak dan mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being).
Penulis: Tim BBK 7 Kresek Madiun





