Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Profesi Bidan FK UNAIR Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara di Tingkat Komunitas

Mahasiswa Profesi Bidan FK UNAIR sajikan pemaparan terkait kanker serviks dan payudara dalam forum PKK RT 5/RW 5 Kelurahan Siwalankerto, Wilayah Binaan Puskesmas Siwalankerto Surabaya , pada Minggu (11/1/2026). (Foto: Istimewa)
Mahasiswa Profesi Bidan FK UNAIR sajikan pemaparan terkait kanker serviks dan payudara dalam forum PKK RT 5/RW 5 Kelurahan Siwalankerto, Wilayah Binaan Puskesmas Siwalankerto Surabaya , pada Minggu (11/1/2026). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam upaya nyata mencegah dan mengatasi tingginya angka kejadian kanker serviks dan payudara di Indonesia, Mahasiswa Profesi Bidan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) gelar edukasi deteksi dini bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dalam forum PKK RT 5/RW 5 Kelurahan Siwalankerto, Wilayah Binaan Puskesmas Siwalankerto Surabaya , pada Minggu (11/1/2026). 

Sekitar 90 peserta mengikuti kegiatan ini dengan mayoritas wanita usia subur dan lansia. Salah satu mahasiswa. Bianca Bunga menyebutkan edukasi ini menjadi wujud nyata peran bidan tidak hanya sebagai penyedia klinis, melainkan juga sebagai pelopor kesehatan reproduksi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. 

“Banyak ibu sebenarnya ingin menjaga kesehatannya, tetapi masih merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri. Lewat pertemuan seperti ini, kami melihat bagaimana edukasi yang sederhana dan disampaikan dengan empati bisa membuat mereka lebih percaya diri dan berani mengambil langkah untuk peduli pada kesehatannya sendiri,” jelasnya. 

Mahasiswa Profesi Bidan FK UNAIR saat berikan penyuluhan di PKK RT 5/RW 5 Kelurahan Siwalankerto, Surabaya , pada Minggu (11/1/2026). (Foto: Istimewa)
Diskusi Interaktif

Kegiatan ini adalah inisiasi dari sepuluh mahasiswa Kelompok G1. Mereka menampilkan materi yang komunikatif dan interaktif seputar deteksi dini kanker serviks melalui IVA dan HPV DNA, serta kanker payudara melalui metode SADARI. Bianca menuturkan penyampaian juga beserta demonstrasi praktik untuk memudahkan pemahaman peserta. 

“Diskusi berlangsung aktif, dengan banyaknya pernyataan, tanggapan, serta pengalaman yang peserta bagikan terkait pemeriksaan kesehatan. Metode ini efektif untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri peserta untuk melakukan deteksi dini secara rutin,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam pendampingan dosen pembimbing akademik Agnestia Naning Dian Lovita SKeb Bd MKeb, serta pembimbing klinik Erma Tri Wahyuni STrKeb. Pendampingan ini memastikan agar materi yang tersaji tetap sesuai standar dan kegiatan edukasi mampu aplikatif.

Pencegahan Sejak Dini

Kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan, tetapi juga bagian dari gerakan dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya pencegahan sejak dini. Bianca berharap langkah kecil yang ia lakukan ini dapat menumbuhkan budaya peduli kesehatan reproduksi di masyarakat. 

“Dari dialog sederhana inilah tumbuh kesadaran bahwa deteksi dini kanker serviks dan payudara bukan hal yang menakutkan. Sebaliknya merupakan bentuk kepedulian perempuan terhadap dirinya sendiri dan keluarganya,” pungkas Bianca.

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Ragil Kukuh Imanto