Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Dalami Bedah Saraf di Mesir

Observasi Prosedur Anterior Corpus Callosotomy bersama tim Departemen Bedah Saraf Mansoura University Hospital, Mesir, pada 5 Juli 2026 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) mencetak lulusan berdaya saing global kembali tercermin melalui kiprah mahasiswanya di kancah internasional. Salah satu mahasiswa FK UNAIR, Aqilaah Syakira Al Rasid, mengikuti Clinical Exchange Program di Departemen Bedah Saraf Mansoura University Hospital, Mesir, pada 1–31 Juli 2026. Program yang diselenggarakan melalui SCOPE CIMSA di bawah naungan International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA) tersebut menjadi kesempatan memperluas wawasan akademik dan mengenal sistem pelayanan kesehatan internasional.

Sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran terkemuka di Mesir, Mansoura University memberikan pengalaman belajar klinis bagi mahasiswa internasional. Meskipun masih berada pada tahap pre-klinik, Aqilaah berkesempatan mengikuti rotasi klinis di Departemen Bedah Saraf bersama dokter spesialis dan residen layaknya mahasiswa koas.

Selama program, ia mengamati berbagai prosedur bedah saraf, mengikuti diskusi kasus, serta mempelajari interpretasi CT scan dan MRI sebagai dasar pengambilan keputusan klinis. Mahasiswa juga diberi akses untuk meninjau hasil pemeriksaan pasien sebelum operasi hingga mengikuti evaluasi kondisi pasien setelah tindakan di ICU, sehingga memperoleh pemahaman yang menyeluruh mengenai perjalanan klinis pasien.

Supervisor Departemen Bedah Saraf Mansoura University Hospital, dr Mohamed Badran, menyampaikan bahwa mahasiswa exchange didorong untuk aktif mengikuti seluruh kegiatan klinis dan menyusun target pembelajaran selama masa rotasi.

“Kami menyambut Anda untuk bergabung bersama para residen dan tim klinis kapan pun selama masa rotasi. Jangan ragu meminta bimbingan apabila diperlukan. Susunlah daftar hal-hal yang ingin Anda pelajari selama mengikuti program ini. Setiap akhir pekan kita akan bertemu untuk mendiskusikan perkembangan pembelajaran Anda. Seluruh tim kami telah saya informasikan untuk memberikan bantuan dan pendampingan, sehingga manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar dr Mohamed Badran.

Bagi Aqilaah, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk memperdalam bidang bedah saraf yang telah lama diminatinya. Kesempatan belajar di lingkungan rumah sakit berstandar internasional semakin memperkuat motivasinya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berkontribusi terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Keikutsertaan Aqilaah dalam SCORE CIMSA di Mesir ini turut mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas), SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).