UNAIR NEWS – Janggel jagung masih menjadi limbah pertanian yang kerap kali hanya dibakar atau dibuang begitu saja. Padahal, janggel jagung dapat diolah menjadi produk inovatif. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-BBK 6 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Slaharwotan, Kabupaten Lamongan berinovasi mengolah limbah janggel jagung menjadi tepung.
“Saat survey kami menemukan banyak limbah jagung yang langsung dibakar, dari situ muncul ide untuk memanfaatkan limbah janggel jagung untuk dibuat menjadi tepung substitusi dalam pembuatan cookies kering,” terang Ambrosius Resturana Afsunasa, salah seorang perwakilan kelompok KKN-BBK 6.
Lebih lanjut, Afsun menyebut jika program yang diberi nama JAKKUNG: Jagung Kreasi dan Kewirausahaan Unggul itu menggandeng kelompok Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu bertujuan untuk mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam memanfaatkan limbah janggel jagung menjadi tepung. Tepung tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tepung substitusi dalam pembuatan cookies kering.
“Lalu karena kami melihat bahwa tingkat penerima PKH di Desa Slaharwotan cukup tinggi, jadi kami memutuskan untuk membuat demonstrasi pembuatan cookies kering. Tujuannya untuk memunculkan ide berjualan supaya bisa menambah penghasilan mereka,” sambungnya.
Pelaksanaan JAKKUNG
Program unggulan kelompok KKN-BBK 6 UNAIR itu dilaksanakan pada Kamis (17/7/2025) dan dihadiri oleh 27 warga penerima PKH. Program kerja tersebut terdiri dari kegiatan sosialisasi tentang pengolahan limbah janggel jagung menjadi tepung dan kegiatan demo masak pembuatan cookies kering dengan memanfaatkan tepung janggel jagung sebagai tepung substitusi.
“Tepung substitusi itu maksudnya tepung tambahan, bukan mengganti tepung terigu. Misal resepnya 5 sendok makan, ketika ada tepung janggelnya bisa pakai takaran 2:3. Jadi tepung terigunya lebih irit juga,” tambahnya.
Afsun menjelaskan terkait cara mengolah limbah janggel jagung menjadi tepung diawali dengan proses pemilahan janggel jagung yang bersih, tidak ada bercak hitam, dan tidak mengeluarkan bau. Setelah itu, janggel jagung dipotong kecil berbentuk kotak dan dicuci hingga bersih. Selanjutnya, janggel jagung dikeringkan di dalam oven selama 20 menit.
“Setelah kering nanti potongan janggel jagung dimasukan ke tempat pemotongan gilingan selep hingga halus seperti bentuk tepung, setelah itu tepung disaring menggunakan saringan sebesar 80 mesh, lalu disimpan di tempat yang aman dan dapat langsung digunakan,” lanjutnya.
Harapan
Di sisi lain, Dian Purbadewanti sebagai pendamping PKH berharap bahwa dengan adanya kegiatan tersebut dapat membantu KPM-PKH di Desa Slaharwotan untuk tidak bergantung kepada bansos. Ia berharap KPH-PKH bisa termotivasi untuk memulai usaha sehingga mampu berdaya sendiri.
“Harapannya dengan adanya kegiatan ini semoga bisa membantu KPM-PKH kami untuk tidak bergantung kepada bansos sehingga mereka bisa memulai usaha sesuai dengan materi tadi. Dengan adanya sinergi dari PKH dan mahasiswa KKN-BBK 6 UNAIR semoga kedepannya bisa berdaya sendiri dan tidak tergantung kembali dengan bansos,” pungkas Dian.
Penulis: Septy Dwi Bahari Putri
Editor: Khefti Al Mawalia





