UNAIR NEWS – Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Titis Mutiara Ningtyas, berhasil meraih Juara II pada kategori KATA Senior Sabuk Cokelat Puteri dalam ajang The International Karate Open Championship 2025. Prestasi ini menjadi momen penting bagi Titis yang kembali ke dunia karate setelah sempat berhenti sejak SD.
Titis merupakan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2024. Ia bercerita bahwa titik baliknya bermula ketika bergabung dengan UKM Karate UNAIR. “Saya merasa kompetisi ini seperti kesempatan kedua untuk saya. Dari kecil sudah suka karate, tapi baru sekarang saya bisa benar-benar menekuni lagi,” ungkap Titis.
Latihan Intensif di Tengah Tantangan Waktu
Untuk persiapan, Titis mengikuti latihan rutin UKM tiga kali seminggu dan latihan intensif menjelang pertandingan. Kategori KATA terpisah dengan kategoti Kumite, sehingga atlet dapat fokus pada nomor masing-masing. “Setiap selesai latihan, sensei dan senior selalu mengoreksi gerakan. Dari situlah saya tahu bagian mana yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Tantangan terbesar datang dari jarak dan waktu. Titis tinggal di Sidoarjo, sementara latihan berlangsung malam hari di kampus. “Kadang saya harus menunggu hampir enam jam setelah kuliah selesai. Biasanya saya isi waktu dengan mengerjakan tugas dan makan dulu supaya tetap kuat sampai malam,” ujarnya.
Konsistensi Teknik sebagai Kunci Performa
Dalam KATA, sangat memerlukan presisi dan keselarasan gerakan. Titis membentuk kebiasaan gerak melalui latihan berulang, baik di kampus maupun di rumah. Ia juga rutin menonton video KATA dan mengamati teknik senior UKM. Koreksi dari sensei mengenai postur dan timing membuat penampilannya semakin matang.
Ia mengakui rasa kompetitif dengan rekan latihan menjadi pemicu tersendiri. “Saya sering merasa teman-teman saya lebih bagus. Tapi justru itu yang mendorong saya untuk latihan lebih rajin, bukan malah mundur,” kata Titis. Saat namanya diumumkan sebagai Juara II, ia merasa lega dan bersyukur. “Saya sadar penampilan saya belum sempurna, tapi saya bangga karena usaha saya tidak sia-sia,” tambahnya.
Dukungan UKM dan Rencana ke Depan
Menurut Titis, dukungan dari pelatih dan rekan UKM Karate UNAIR sangat berperan dalam pencapaiannya. Mereka saling menyemangati, berbagi teknik, dan membantu persiapan perlengkapan pertandingan. “Di dojo rasanya benar-benar didukung. Kami saling mengapresiasi, jadi suasana latihan terasa positif,” ujarnya.
Ke depan, Titis masih ingin mengikuti satu atau dua kejuaraan lagi selama masa kepengurusannya di UKM Karate. “Setelah itu, saya ingin lebih fokus ke kuliah, tapi karate tetap akan saya jaga sebagai bagian dari diri saya,” tutupnya.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





