Kolestasis merupakan gangguan aliran empedu yang mengakibatkan retensi empedu pada hati. Gangguan ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kolestasis intrahepatik (IH) dan ekstrahepatik (EH). Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang tepat dalam menangani kolestasis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penatalaksanaan ikterus neonatal pada saat awal kunjungan pelayanan kesehatan.
Studi ini merupakan sebuah penelitian potong lintang peneliti lakukan pada 69 bayi dengan 41 kolestasis ekstrahepatik dan 28 kolestasis intrahepatic, di Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Indonesia dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis statistik peneliti lakukan menggunakan uji chi-square Pearson. Subjek penelitian terdiri dari 40 (58%) bayi laki-laki, 29 (42%) bayi perempuan, kolestasis IH sebanyak 28 (41%), dan kolestasis EH sebanyak 41 (59%). Pada kedua kelompok, sebagian besar bayi dengan kolestasis berobat saat usia 0 – 1 bulan.
Tenaga kesehatan menyatakan bahwa sebagian besar subjek kekurangan ASI, seperti yang terbukti pada 14 (20%) subjek intrahepatik dan 26 (38%) subjek ekstrahepatik. Dalam penelitian ini, sebagian besar bayi kolestasis akan mendapatkan paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari dimulai sejak lahir pada 21 (30%) subjek intrahepatik dan 36 (52%) subjek ekstrahepatik. Tidak ada perbedaan signifikan berdasarkan kurangnya pemberian ASI dan paparan sinar matahari antara kolestasis intrahepatik dan ekstrahepatik (p=0,268; p=0,168).
Rekomendasi
Studi ini menunjukkan bahwa tatalaksana ikterus neonatal di antara tenaga kesehatan mengenai rekomendasi pemberian ASI dan paparan sinar matahari tidak berbeda signifikan antara kolestasis intrahepatik dan ekstrahepatik. Masih terdapat kesalahan diagnosis kolestasis sebagai ikterus fisiologis, yang mungkin menunda deteksi kondisi hati yang berat. Tenaga kesehatan membutuhkan pengetahuan lebih dalam tentang tatalaksana bayi kolestasis. Pemahaman yang benar dapat meningkatkan deteksi dini dan kesembuhan bayi kolestasis.
Penulis : Octariyandra, S. M., Prihaningtyas, R. A., Setyoboedi, B., & Arief, S. (2024).
Management of Neonatal Jaundice during Initial Health Care Visit. International Journal of Pharmaceutical and Bio Medical Science, 4(4), 264–267. https://doi.org/10.47191/ijpbms/v4-i4-02
Baca Juga: Inovasi Pembelajaran Fisiologi pada Kurikulum Kedokteran





