Keselamatan kerja merupakan bagian dari kebutuhan hidup semua manusia. Selain mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia juga membutuhkan keselamatan untuk bisa berdaya dan pruduktif di dalam tempat kerja. Tanpa adanya keselamatan maka kebutuhan hidup tidak akan terpenuhi. Upaya keselamatan salah satunya harus ditegakkan saat melakukan transportasi. Setiap aktifitas hidup tidak akan lepas dari kegiatan transportasi, sehingga kegiatan ini perlu mendapatkan perhatian di setiap aktifitas kehidupan.
Kegiatan trasnportasi sejauh ini masih membutuhkan tenaga manusia. Tanpa adanya pengendara yang patuh terhadap aspek keselamatan, maka kecelakaan dapat terjadi. Salah satu kejadian kecelakaan kerja akibat kelalaian dalam berkendara nampak pada pengendara truk di salah satu industri migas. Berdasarkan data yang diperoleh dari Terminal Terpadu Surabaya, selama tahun 2021 hingga November 2021 yang melibatkan 14 truk tangki kecelakaan, 9 di antaranya merupakan kecelakaan aktif. Dimana kecelakaan tersebut diakibatkan oleh truk yang menabrak. Di sisi lain, jumlah kecelakaan truk tangki di Area Pertamina Patraniaga seluruh Jawa Timur adalah 27 kecelakaan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kelelahan kerja pada pengemudi menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Kelelahan pada pengendara mobil tangki dibagi menjadi kategori rendah dan sedang. Kelelahan rendah dan kelelahan kerja sedang yang terjadi pada pengemudi mobil tangki adalah hasil dari jam kerja yang berlebihan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, diatur bahwa jam kerja tenaga kerja adalah tujuh jam. Namun, pengemudi mobil tangki bekerja selama dua belas jam dan bahkan bisa mencapai satu sehari penuh karena jauhnya distribusi BBM dari lokasi tersebut dari terminal Terpadu Surabaya ke tempat tujuan, atau karena meningkatnya pesanan bahan bakar minyak. Lama bekerja tersebut dapat mempengaruhi produktivitas kerja yang optimal dan menyebabkan kelelahan kerja. dampak yang lebih serius akibat daei kelelahan yang berkepanjangan bagi kesehatan adalahdapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini dapat terjadi karena metabolisme tubuh akibat kelelahan tidak berjalan dengan baik. Pola makan yang terjadi tidak teratur dan istirahat berkurang. Sehingga sistem kardiovaskuler tidak dapat berfungsi dengan baik.
Penyebab terbesar kecelakaan lalu lintas adalah faktor manusia sebesar 79,91%. Salah satunya adalah faktor kelelahan atau kelelahan kerja. Kelelahan dapat diidentifikasi dengan beberapa tanda dan gejala termasuk menguap, mengucek mata, pusing, mengantuk, berkurang konsentrasi, dan kebosanan. Beberapa tanda dari kelelahan ini sebaiknya disosialisasikan kepada pengendara sehingga mereka dapat mawas diri dan melakukan upaya pencegahan agar kejadian yang lebih fatal tidak terjadi.
Kelelahan dapat disebabkan oleh faktor tidur (sirkadian irama), faktor kerja (jam kerja yang panjang), dan faktor kesehatan. Jadwal kerja bisa mempengaruhi kelelahan kerja, dan kemudian kelelahan kerja juga bisa mempengaruhi prestasi kerja. Kelelahan dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan mempengaruhi kesehatan pekerja. Kelelahan kerja juga dapat menyebabkan kecelakaan kerja akibat terhadap penurunan fungsi tubuh saat bekerja.
Kelelahan kerja dapat diatasi dengan manajemen kelelahan kerja yang akan berdampak pada prevalensi kecelakaan kerja. Program manajemen kelelahan kerja harus dilakukan oleh perusahaan dan pekerja. Kelelahan kerja termasuk program manajemen untuk pengemudi kapal tanker mengetahui tanda-tanda kelelahan, peregangan ringan, kebutuhan air minum sehari-hari, dan mengoptimalkan waktu istirahat. Cara lain adalah meluangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan refreshing dengan berada di alam yang bisa mengurangi tingkat kelelahan. Program kerja manajemen kelelahan yang disediakan oleh perusahaan meliputi pemanasan sebelum mulai bekerja, penyediaan air minum dan makanan tambahan, peregangan sendi program, menyediakan kamera untuk merekam pengemudi, dan menyediakan tempat istirahat. Intervensi perusahaan di pemberian makanan tambahan dapat meningkatkan gizi kebutuhan tenaga kerja agar dapat bekerja secara optimal, sedangkan intervensi perusahaan dengan latihan ringan dapat membuat tubuh pekerja lebih sehat dan mengurangi gaya hidup menetap. Intervensi perusahaan dalam menyediakan kamera untuk pengemudi bertujuan untuk dapat merekam perubahan ekspresi wajah, suara, dan postur tubuh. Ada cara lain untuk mendeteksi kelelahan, yaitu mengenali perubahan biologis melalui elektroensefalogram dan elektrokardiogram. Metode-metode ini dapat menggambarkan kondisi pengemudi dengan akurasi tinggi, akan tetapi metode ini membutuhkan alat yang melekat pada tubuh tertentu bagian, sehingga bisa mengganggu gerakan ketika bekerja.
Penulis: Dani Nasirul Haqi
JUDUL: PHYSICAL WORKLOAD AND WORK FATIGUE AMONG TANK CAR DRIVERS AT SURABAYA INTEGRATED TERMINAL





