Universitas Airlangga Official Website

Manfaat Antikoagulan Enoxaparin pada Pasien Covid-19

Foto by Kompas Megapolitan

Pandemi Covid – 19 yang disebabkan oleh virus SARS Cov-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) telah berlangsung lebih dari 2 tahun dengan jumlah kematian sampai mid Nopember  2022 lebih dari 6,5 juta. Dari berbagai laporan penelitian dinyatakan koagulopati atau gangguan pembekuan darah memiliki peran penting pada keparahan pada infeksi Covid-19.  Pasien Covid-19 awalnya akan terjadi badai sitokin yang menginisiasi terjadinya koagulopati selama infeksi Covid-19, selanjutnya berkembang menjadi koagulasi dalam vascular ( DIC-disseminated intravascular coagulation)  dan emboli pulmoner, keduanya dapat menyebabkan sindroma gangguan pernafasan akut (ARDS-acute respiratory distress syndrome).

Koagulopati merupakan salah satu tanda infeksi Covid-19 dan menentukan keparahan sakit. Berbagai studi menunjukkan bahwa pasien infeksi Covid-19 yang meninggal memiliki problema koagulasi. Pasien-pasien ini Sebagian besar memiliki kadar D-dimer tinggi, emboli pulmoner dan tromboemboli vena yang merupakan petanda koagulopati. Dinyatakan sebanyak 71,4% pasien yang meninggal akibat infeksi Covid-19 memenuhi kriteria DIC, sementara pasien yang dapat bertahan hidup dengan kondisi DIC hanya mencapai 0,6%. Rata-rata kejadian tromboemboli pada pasien ICU Covid-19 adalah 41,18%. Pasien Covid-19 di ICU dengan rata-rata D-dimer 3950 ng/dL (1150 – 10.960) berakhir dengan mortalitas, sedangkan pasien dengan rata-rata D-dimer 490 ng/dL (310 – 1180 ng/dL) mampu bertahan hidup.

Upaya untuk mengatasi kondisi koagulopati diantaranya dengan pemberian antikoagulan diantaranya dengan pemberian heparin, enoxaparin, fondaparinux. Dinyatakan pemberian antikoagulan dapat menurunkan angka kematian pada pasien yang mengalami koagulopati akibat sepsis dan D-dimer > 3000 ng/dL. Pada pasien dengan kada D-dimer lebih dari 1500 ng/mL, nilai  tiga kali batas atas nornal, pemberian enoxaparin dapa memunrunkan kadar D-dimer setelah 3 minggu terapi. Enoxaparin merupakan salah satu antikoagulan yang menurunkan mortalitas tanpa meningkatkan risiko perdarahan.

Telah dilakukan penelitian manfaat pemberian enoxaparin pada pasien Covid-1 dengan berbagai tingkat keparahan. Studi dilakukan pada pasien rawat inap dengan derajat keparahan ringan, moderate dan berat dengan menentukan pengaruhnya terhadap parameter koagulasi, inflamasi yakni nilai D-dimer, platelet dan CRP (C rective protein). Hasil menunjukkan enoxaparin mampu memperbaiki parameter tersebut pada pasien Covid-19 derajat ringan dan moderate, tidak dapat memperbaiki pada pasien derajat berat.

Penulis: Budi Suprapti

Link Jurnal: https://journal.ugm.ac.id/v3/IJP/article/view/4133/1746