Universitas Airlangga Official Website

Manfaat Epitope Sel Limfosit T untuk Mencegah Penyakit Tetelo pada Ayam

Ilustrasi ayam kampusng. (Foto: jurnal.id)
Ilustrasi ayam. (Foto: jurnal.id)

Penyakit Tetelo merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Newcastle Disease (ND) pada unggas. Virus ini termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae. Virus ini memiliki potensi patogen yang tinggi pada unggas, utamanya ayam, dan dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi serta kerugian ekonomi yang signifikan dalam industri peternakan. Virus ini terbagi menajadi dua kelas, yaitu kelas I dan kelas II. Virus dari kelas II ini yang sering menyebabkan wabah Tetelo pada unggas. Virus pada kelas II ini terbagi menajdi 15 genotypes, diantaranya ditemukan pada burung dara (Columbia livia domestica). Walaupun terdeteksi dari spesies yang berbeda dengan unggas, akan tetapi semua anggota Avulavirus serotype 1 memiliki crossreactivity, sehingga virus dari satu genotype, mampu melindungi unggas dari geniotype lainnya. 

Strategi pencegahan dan pengendalian yang efektif sangat penting dalam mengurangi dampak negatif penyakit ini. Salah satu cara mencegah infeksi penyakit ND adalah dengan melakukan vaksinasi pada unggas. Vaksinasi rutin merupakan salah satu cara yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (World Organization for Animal Health/WOAH). Langkah ini utamanya harus dilakukan pada daerah endemic penyakit Tetelo seperti di Indonesia. Vaksinasi merupakan langkah yang penting, mengingat unggas merupakan komoditas utama penyedia protein hewani bagi masyarakat Indonesia. Vaksinasi merupakan cara untuk menstimulasi pembentukan antibody spesifik untuk melawan agen penyakit. Antibody spesifik ini akan memberikan perlindungan pada hewan Ketika agen infeksius yang homolog dengan antibody menyerang hewan.

Saat ini, telah dikembangkan berbagai macam vaksin untuk mencegah infeksi agen infeksius pada hewan. Salah satu jenis vaksin yang saat ini marak dikembangkan adalah vaksin berbasis epitope. Epitope adalah fragmen dari antigen yang dikenali oleh sel penghasil antibody, yaitu sel limfosit. Sel limfosit terbagi menjadi dua, yaitu sel Limfosit T dan sel Limfosit B. Sel Limfosit T, memiliki peran penting dalam melawan infeksi virus, termasuk infeksi virus ND. Ketika virus menginfeksi sel tubuh, virus tersebut melakukan replikasi di dalam sel, dan pada saat yang sama, virus mengkodekan protein yang diekspresikan di permukaan sel. Epitope yang terekspresikan di permukaan sel menjadi target bagi sel limfosit T untuk mengenali dan menghancurkan sel yang terinfeksi. Ini merupakan salah satu mekanisme penting dalam melawan infeksi virus.

Apabila epitope dapat dengan mudah dikenali oleh sel Limfosit T, maka vaksin dapat memberikan perlindungan yang signifikan terhadap infeksi ND pada ayam. Melalui mekanisme pengenalan dan penghancuran sel yang terinfeksi virus, sel limfosit T membantu mengendalikan penyebaran virus dalam tubuh ayam. 

Pengembangan vaksin berbasis epitope sel Limfosit T dari virus ND yang ditemukan di burung dara diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap infeksi penyakit Tetelo yang terjadi pada unggas. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, walaupun berasal dari spesies atau genotipe yang berbeda, virus ND berbagi proteksi silang. Dengan pengembangan vaksin berbasis epitope ini, diharapkan vaksin yang di administrasikan kepada unggas mampu memberikan proteksi yang efektiv dan memiliki sedikit efek samping yang sedikit. Sehingga, tidak mempengaruhi performa unggas. 

Penulis: Prof Dr Jola Rahmahani

link: https://rjptonline.org/AbstractView.aspx?PID=2024-17-6-53