Universitas Airlangga Official Website

Manfaatkan Limbah Rumah Tangga, BBK 7 UNAIR Karangrejo Kenalkan Pupuk Organik Cair (POC)

Demonstrasi pembuatan pupuk organik cair oleh ibu-ibu PKK (Foto: Istimewa)
Demonstrasi pembuatan pupuk organik cair oleh ibu-ibu PKK (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa KKN-BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Karangrejo berinovasi dalam pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Pelaksanaan dalam kegiatan TABUR (Tanah Subur dari Dapur), berlangsung di Desa Karangrejo Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun pada Jumat (16/1/2026). Kegiatan ini turut melibatkan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 

Rusyd Maftajani Achmad Muzhaffar selaku penanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan TABUR menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk membantu ibu-ibu daerah sekitar untuk dapat melakukan pengelolaan dan pemanfaatan sampah dengan baik. “Antusiasme dari ibu-ibu sangat membantu dalam melancarkan adanya kegiatan TABUR ini. Sehingga saya sangat mengapresiasi adanya bantuan ibu-ibu khususnya yang telah mau membantu dalam membawa sampah organik dari rumah,” ujar Mafta.

Foto bersama ibu-ibu PKK, beserta Mahasiswa BBK 7 (Foto: Istimewa)
Pengolahan Limbah

Kegiatan TABUR ini merupakan insiasi dari mahasiswa karena banyaknya wilayah di Desa Karangrejo yang memiliki kebun dan juga taman. Hal ini mendorong adanya pemanfaatan limbah hasil pertanian yang dapat diolah kembali menjadi sebuah hasil pupuk kompos yang dapat dengan mudah diaplikasikan. “Banyaknya kebun dan limbah rumah tangga yang melimpah di Desa Karangrejo menjadi sebuah awal kami dalam menciptakan suatu inovasi POC,” terangnya. 

Penggunaan dan pengaplikasian POC yang mudah serta cepat mendorong adanya keberlanjutan dalam pelaksanaan program ini. “Pemilihan bahan dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan POC ini seperti galon, sekam, limbah sayuran, menjadi keunggulan karena mudah ditemui oleh ibu-ibu,” jelasnya.

Dorong Keberlanjutan SDGs

Mafta menjelaskan bahwa kegiatan ini mendorong adanya keberlanjutan yang medukung tercipatnya lingkungan yang sehat dari SDGs. Hal tersebut hadir seiring dengan adanya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, dan ekosistem daratan. “TABUR menjadi salah satu proker kami yang mendorong adanya pemanfaatan dan keberlanjutan dari SDGs nomor 12, 13, dan 15. Sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan bertanggung jawab,”tegasnya.

Harapan dari pelaksanaan program pemanfaatan limbah rumah tangga ini adalah dapat berlangsung secara keberlanjutan. Mendukung SDGs konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (12), penanganan perubahan iklim (13), dan ekosistem daratan (15). ” Saya berharap program TABUR ini membuat masyarakat Desa Karangrejo dapat lebih mengerti bagaimana pemanfaatan limbah dapur yang tidak terpakai bisa menjadi suatu barang yang bernilai guna seperti POC. Tentunya dapat mengurangi volume sampah rumah tangga agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat,” tambahnya. 

#SDGs12 #konsumsidanproduksiyangbertanggungjawab #SDGs13 #penangananperubahaniklim #SDGs15 #ekosistemdaratan #SDGsUNAIR

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Ragil Kukuh Imanto