Mempertahankan vitalitas jaringan saraf pada gigi merupakan salah satu konsep penting dalam bidang kedokteran gigi. Perawatan yang umum dilakukan untuk mempertahankan vitalitas gigi adalah menggunakan penutup gigi dengan material penutup gigi yang biasa digunakan adalah material kalsium hidroksida. Kalsium hidroksida dapat menginduksi dentin reparative namun terdapat keterbatasan yaitu terjadi defek yang menyebabkan terjadinya kebocoran sehingga dari kebocoran tersebut menyebabkan masuknya kuman ke dalam pulpa. Untuk mengatasi kelemahan penggunaan bahan kalsium hidroksida, diperlukan pendekatan rekayasa jaringan dengan menggunakan bahan scaffold untuk mempertahankan vitalitas pada jaringan saraf gigi.
Material scaffold memiliki beberapa kriteria, yaitu: dapat berperan sebagai tempat melekat, proliferasi, diferensiasi, dan pertumbuhan sel sehingga dapat memulai proses regenerasi. Saat ini, penggunaan bahan scaffold hidrogel digunakan dengan kombinasi dengan sel punca untuk perawatan regenerasi kompleks gigi pulpa. Sumber scaffold hidrogel terdiri dari dua, yaitu bahan alami dan sintetik. Keuntungan penggunaan bahan alami adalah pada sifat biokompatibilitas dan biodegradasi yang disebabkan oleh enzim. Sumber material alami dapat berupa tulang sapi, tulang lunak, dan dari sumber lautan sehingga memformulasi scaffold hidrogel dapat terdegradasi secara optimal dan sejalan dengan proses remodeling jaringan.
Salah satu material alami yang sering digunakan adalah material kolagen, hidroksiapatit, dan epigallokatekin. Material kolagen dapat membentuk bahan hidrogel yang cocok untuk diaplikasikan pada dentin yang bersifat kaku. Material kolagen juga dapat digunakan sebagai material regenerasi jaringan karena dapat mempertahankan struktur biologi matriks ekstraselular. Kombinasi antara kolagen dan hidroksiapatit dapat membentuk scaffold hidrogel karena kombinasi tersebut merupakan komponen utama pada gigi, tulang dan protein. Untuk menurunkan kemungkinan terjadinya keradangan, dapat diberikan material crosslinker dengan menggunakan epigallokatekin karena material epigallokatekin memiliki efek antioksidan dan menurunkan keradangan sehingga dapat melindungi jaringan dari kerusakan.
Penelitian untuk menggabungkan material kolagen, hidroksiapatit, dan epigallokatekin telah dilakukan dan dipublikasi di jurnal internasional terindeks scopus oleh Elline dkk pada tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan ketiga jenis bahan tadi dan diperiksa kemampuan biodegradasinya pada hari ketiga dan ketujuh. Penelitian ini berhasil memformulasikan bahan novel hidrogel yang terdiri dari material kolagen, hidroksiapatit, dan epigallokatekin. Namun, perlu dilakukan penelitian lanjutan berbasis in vivo terhadap biodegradasi, sitotoksisitas, dan uji daya tahan material ketika dimasukkan ke dalam makhluk hidup.
Penulis: Prof. Dr. Theresia Indah Budhy, drg., M.Kes., Sp.PMMF(K)
Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/2023030714100611-0525.pdf
Elline Elline, Kun Ismiyatin, Theresia Indah Budhy. [2023] Biodegrable Collagen, Hydroxyapatite, and Epigallocatechin-3-Gallate Hidrogel Scaffold as an Induction Material for Pulp Dentin Regenaration. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences Vol. 19(3), pp: 48-53





