Pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan kesehatan mental bagi masyarakat dari semua lapisan masyarakat, termasuk para lansia di Indonesia. Karena dampak pandemi ini yang luas akibat berbagai fase karantina wilayah, baik karantina wilayah parsial, maupun penuh, masyarakat di seluruh dunia menghadapi masalah serius, khususnya terkait kesehatan mental mereka. Studi kuantitatif ini menganalisis pengalaman masyarakat umum, khususnya yang berfokus pada lansia, mereka yang terisolasi karena protokol COVID-19 dan interaksi sosial atau fisik yang terbatas dalam masyarakat. Untuk menyelidiki mekanisme dukungan sosial di antara responden, kami telah mengumpulkan sampel responden yang merupakan lansia dan menggunakan media sosial. Data tersebut mencerminkan pendapat responden tentang lansia selama pandemi ini.
Sebuah survei dirancang untuk mengumpulkan data dari para lansia yang menghadapi masalah kesehatan mental dan menggunakan platform media sosial untuk mencari informasi di Indonesia. Skala dukungan sosial daring, skala kesadaran diri dan wawasan digunakan untuk mengukur respons terhadap masalah yang dihadapi. Data menunjukkan bahwa para lansia memiliki konseptualisasi yang beragam tentang COVID-19 yang berkaitan dengan pandemi, yaitu kebiasaan makan, ketakutan akan kematian, penguatan religiusitas dalam praktik makan, ketakutan berinteraksi dengan orang lain, dan pola interaksi. Para lansia dibatasi di tempat mereka dan memiliki interaksi sosial fisik yang terbatas, sehingga platform media sosial telah memainkan peran penting dalam mengembangkan interaksi daring di antara para lansia, untuk berbicara dan membahas masalah mereka untuk mengatasi masalah isolasi dan kesehatan mental. Platform media daring dianggap sebagai dukungan yang hebat bagi para lansia untuk tetap terhubung dengan keluarga, teman, serta dengan komunitas lain. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun menyatakan status non-darurat COVID-19, para lansia masih menderita dampak jangka panjang dari pandemi ini yang memengaruhi kesehatan mental mereka.
Meningkatnya tren penggunaan media sosial untuk dukungan sosial dan penyembuhan kesehatan mental sangat penting bagi semua orang, tetapi juga bagi para lansia di Indonesia. Platform media daring menawarkan layanan dukungan sosial dan konseling bagi para lansia, yang menangani kebutuhan kesehatan fisik dan psikososial. Penelitian ini menggunakan skala kesadaran diri dan wawasan untuk mengukur kesadaran diri, dan memperkirakan bahwa, karena media sosial, para lansia menjadi terdidik dan sadar diri. Lebih jauh, media sosial bersifat mendukung.
Penulis: Dr. Muhammad Saud BS., MS
Link: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1576988724000451
Baca juga: Analisis Multibahasa Ekspresi Panik dan Khawatir di Media Sosial





