Universitas Airlangga Official Website

Melacak Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, Dekan FIB Luncurkan Buku

Prof Dr Purnawan Basundoro, SS MHum, Dekan FIB UNAIR (Foto: Istimewa)
Prof Dr Purnawan Basundoro, SS MHum, Dekan FIB UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru adalah hal yang biasa terjadi di setiap universitas, tak terkecuali Universitas Airlangga (UNAIR). Setiap perguruan tinggi tentu mendapati dinamika dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru. Demikian halnya dengan UNAIR, yang mana penerimaan mahasiswanya berhasil diteliti oleh sejarawan sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNAIR, Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum. 

Prof Pur, sapaan akrabnya, berhasil meneliti tentang dinamika penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru UNAIR dari tahun 1913 hingga 2023. Penelitiannya tersebut tertuang dalam sebuah buku karyanya yang berjudul “Menjaga Pintu Masuk Universitas Airlangga” yang akan dirilis Juli mendatang.

“Jadi, buku ini akan kita launching pada sekitar bulan Juli, itu akan selesai hasilnya. Ini juga akan jadi kado untuk UNAIR yang akan berulang tahun pada November,” jelasnya. 

Buku “Menjaga Pintu Masuk Universitas Airlangga” karya Dekan FIB UNAIR (Foto: Istimewa)
Buku “Menjaga Pintu Masuk Universitas Airlangga” karya Dekan FIB UNAIR (Foto: Istimewa)

Ia juga menyebutkan bahwa buku ini nantinya akan menggambarkan sejarah penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru UNAIR. Termasuk proses pendaftaran mahasiswa sebagai pintu masuk menuju perguruan tinggi. “Aspek pendaftaran mahasiswa baru itu penting dan jadi pintu masuk bagi mahasiswa. Sehingga, kami ingin melihat seperti apa sebenarnya dinamika pendaftaran mahasiswa dari waktu ke waktu,” tuturnya. 

Prof Pur dalam keterangannya menuturkan bahwa ‘joki’ menjadi salah satu temuan menarik dalam penelitiannya itu. Ia mengatakan, joki bukan lagi hal yang baru. “Jadi yang sangat mengagetkan itu temuan adanya joki. Jadi di dalam beberapa kali tes penerimaan mahasiswa baru ternyata peserta yang curang itu menggunakan joki dan itu ternyata dibongkar di UNAIR,” jelasnya. 

Ia mengungkapkan bahwa UNAIR beruntung mampu membongkar kasus tersebut sehingga berhasil mencegah kelulusan peserta yang curang menggunakan joki. “Beruntung kita punya panitia dan pengawas ujian yang jeli sehingga itu bisa dibongkar. Bayangkan kalau tidak akan lolos, orang-orang yang tidak punya kapasitas dan kapabilitas yang cukup untuk jadi mahasiswa UNAIR,” ungkapnya. 

Senada dengan pernyataan sebelumnya, ia mengatakan buku ini akan berguna untuk membongkar kasus semacam joki. “Jadi dengan membaca buku ini, misal para dosen yang bertugas, kasus-kasus yang seperti ini bisa menjadi perhatian. Agar hal-hal semacam ini tidak terulang,” ujarnya.

Pada akhir, ia menambahkan bahwa buku yang memang wadah sejarah bisa menjadi pembelajaran. Selain itu, penulisan buku ini juga bisa menjadi refleksi masa lalu untuk mencegah kejadian buruk di masa mendatang. “Fungsi menulis sejarah kan memang itu. Sebagai pembelajaran agar periode berikutnya tidak ditemukan hal-hal yang negatif dan bisa meningkatkan lagi hal-hal yang sifatnya positif dengan membaca buku itu,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Yulia Rohmawati