Universitas Airlangga Official Website

Melihat Jalur Sinyal Interferon Tipe I pada Pasien COVID-19

Melihat Jalur Sinyal Interferon Tipe I pada Pasien COVID-19
Sumber: Alodokter

Pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) telah berlalu namun banyak hal dari COVID-19 yang masih terbuka untuk dieksplorasi dalam berbagai studi ilmiah dan turut memberikan masukan bagi perkembangan ilmu baik terkait COVID-19 sendiri maupun penyakit lain. Pada pasien COVID-19, derajat keparahan erat kaitannya dengan respon inflamasi yang luas dan respon imunitas pada pasien. Studi yang tim peneliti lakukan mempelajari sebuah jalur sinyal pada respon imun yang melibatkan interferon tipe I dan kematian yang terjadi pada pasien COVID-19.

Interferon tipe I telah dikenal sebagai sebuah sitokin yang memiliki fungsi sebagai antivirus atau mempunyai mekanisme untuk pertahanan tubuh dari serangan virus. Pada jalur sinyalnya, interferon tipe I akan membentuk kompleks dengan reseptor spesifiknya yaitu interferon α/β receptor 1 (IFNAR1) dan 2 (IFNAR2) kemudian akan menstimulus ekspresi dari interferon-stimulated genes (ISGs). Keseluruhan mekanisme ini memiliki efek antivirus pada tubuh inang, dalam hal ini inang adalah manusia.

Studi yang dilakukan tim peneliti melibatkan 67 pasien COVID-19 dengan derajat keparahan sedang hingga berat yang dirawat di rumah sakit rujukan di Surabaya. Sebanyak 22 pasien tersebut meninggal sedangkan sisanya mampu bertahan hidup. Pengambilan spesimen dari subyek dilakukan pada dua termin yaitu pada tahun 2020 dan 2021 saat pandemi COVID-19 berlangsung. Keseluruhan pasien belum pernah menerima vaksin COVID-19 dalam bentuk apapun. Tim peneliti menganalisis beberapa data di antaranya karakteristik dasar subyek, ekspresi dari beberapa gen kelompok ISGs, ekspresi gen IFNAR1 dan IFNAR2, variasi dari gen IFNAR2, serta hubungannya dengan kematian pada pasien COVID-19.

Hasil dari studi yang dilakukan tim peneliti menunjukkan adanya peningkatan ekspresi gen-gen dalam ISGs pada kelompok pasien meninggal meski tidak didapatkan asosiasi dengan variasi genetik pada IFNAR2. Temuan ini dapat menjadi masukan untuk memprediksi derajat keparahan pasien COVID-19 dan informasi seputar modulator pada jalur sinyal interferon tipe I yang mampu mengendalikan inflamasi luas pada pasien COVID-19.

Penulis: Berliana Hamidah, dr., M.Kes dan Prof. Dr. Cita R. S. Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINSDV, FAADV., MARS

Link: https://www.cell.com/heliyon/fulltext/S2405-8440(24)15033-5

Baca juga: Peran Vitamin D untuk Penyakit Kawasaki pada Anak yang Terinfeksi COVID-19