Diagnosis prenatal menggunakan ultrasonografi (USG) memiliki peran penting dalam membedakan placenta accreta spectrum (PAS) dari uterine scar dehiscence (USD), terutama pada pasien dengan riwayat operasi Caesar sebelumnya. PAS berisiko menyebabkan perdarahan masif yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu, sementara USD memiliki risiko yang lebih rendah. Kesalahan diagnosis dapat mengarah pada penanganan yang tidak tepat, baik berupa intervensi berlebihan untuk USD maupun kurangnya persiapan pada kasus PAS yang berat.
Sebuah studi kasus menunjukkan efektivitas kombinasi USG dua dimensi dan tiga dimensi untuk menilai risiko bedah. Dalam kasus ini, wanita berusia 36 tahun dengan riwayat satu kali operasi Caesar memiliki temuan USG yang menunjukkan dehiscence pada segmen bawah rahim. Diagnosa prenatal yang akurat memungkinkan penanganan konservatif yang berhasil dengan kehilangan darah minimal. Teknik canggih seperti volume rendering pada USG membantu memastikan evaluasi yang lebih menyeluruh dan perencanaan yang lebih baik.
Hasil ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan PAS dan USD, dengan memanfaatkan teknologi USG modern untuk meningkatkan diagnosis prenatal dan hasil bedah. Penilaian risiko yang akurat dapat membantu tim bedah mempersiapkan strategi yang sesuai, mengurangi komplikasi, dan meningkatkan keselamatan pasien.
Penulis: Rozi Aditya Aryananda, dr., SpOG
Baca juga: Penilaian Ultrasonografi Telemedicine untuk Spektrum Plasenta Akreta





